FEB Universitas Narotama Perkuat Kontinuitas Kolaborasi Internasional melalui Kerja Sama Akademik dengan Dua Universitas di Malaysia
15 Oktober 2026, 16:14:58 Dilihat: 16x
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama terus memperkuat kontinuitas kerja sama internasional melalui pengembangan kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi mitra di Malaysia. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan delegasi FEB Universitas Narotama ke Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) di Terengganu dan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) pada 4–5 Oktober 2026.
Dekan FEB Universitas Narotama, Dr. H. Agus Sukoco, S.T., M.M., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah terjalin antara Universitas Narotama dan kedua perguruan tinggi tersebut. Fokus utama kerja sama diarahkan pada keberlanjutan program akademik, penelitian kolaboratif, serta peningkatan keterlibatan dosen dalam kegiatan pendidikan tinggi lintas negara.
Delegasi FEB Universitas Narotama terdiri atas Dr. H. Agus Sukoco, S.T., M.M. selaku Dekan FEB, Dr. Joko Suyono, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen (MM), serta Niken Arief Rahayuana, S.H. selaku Kepala Bagian Tata Usaha FEB.
Dalam kunjungan ke UniSZA, FEB Universitas Narotama berpartisipasi sebagai co-host dalam penyelenggaraan konferensi internasional yang berlangsung di kampus UniSZA, Kuala Terengganu, Malaysia. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama kelembagaan yang telah dibangun sebelumnya.
Menurut Dr. Agus Sukoco, partisipasi Universitas Narotama dalam konferensi tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan ilmiah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi akademik yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Ini adalah tindak lanjut dari rencana yang sudah kita buat dan sudah kita lakukan. Saat ini, kita tindak lanjuti kembali dan tingkatkan,” jelasnya.
Salah satu agenda pengembangan kerja sama dengan UniSZA adalah memperluas keterlibatan dosen dalam kegiatan pembelajaran dan pengujian pada program pascasarjana. Sebelumnya, 7 (tujuh) mahasiswa UniSZA telah mengikuti program magang selama satu semester di Universitas Narotama. Selain itu, dosen Universitas Narotama juga telah memperoleh kesempatan untuk terlibat sebagai penguji tugas akhir pada program pascasarjana UniSZA.
Ke depan, FEB Universitas Narotama akan mengupayakan penambahan jumlah dosen yang memenuhi persyaratan sebagai pengajar dan penguji eksternal pada program magister maupun doktoral di UniSZA. Proses tersebut mencakup penyiapan dan evaluasi curriculum vitae dosen sesuai dengan ketentuan universitas mitra.
Selain penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, kedua institusi juga menjajaki penelitian bersama yang secara khusus melibatkan sesama bidang ekonomi dan bisnis. Inisiatif ini merupakan pengembangan dari kolaborasi penelitian sebelumnya antara FEB Universitas Narotama dan Fakultas Ilmu Komputer UniSZA.
Melalui pengembangan tersebut, kerja sama diharapkan semakin relevan dengan bidang keilmuan masing-masing fakultas sekaligus menghasilkan luaran penelitian yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Agenda berikutnya dilaksanakan di Universiti Malaysia Kelantan (UMK) pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam pertemuan bersama jajaran pimpinan FEB UMK yang dipimpin oleh Dekan Fakulti Kewirausahaan dan Perniagaan Prof. Madya Dr. Zulkifli Bin Mukhtar, kedua institusi mengevaluasi pelaksanaan MoU sekaligus membahas keberlanjutan sejumlah program yang telah berjalan.
Salah satu bentuk implementasi kerja sama yang telah dilaksanakan selama dua tahun adalah penyelenggaraan kelas bersama secara daring melalui Zoom, dengan dosen dari kedua universitas yang mengajar secara bergantian. Program tersebut direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya.
Selain kegiatan pembelajaran bersama, Universitas Narotama dan UMK juga telah menjalankan penelitian kolaboratif yang akan dikembangkan kembali sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kerja sama akademik.
Kedua institusi turut menjajaki peluang kerja sama pendidikan doktoral bagi mahasiswa Magister Manajemen. Skema kolaborasi yang dibahas mencakup kemungkinan keterlibatan dosen dalam peran akademik, seperti ko-promotor atau penguji, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
Rencana tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan studi lanjut sekaligus memperluas pengalaman akademik dosen, termasuk dalam mendukung pengembangan karier akademik dan pemenuhan persyaratan mengajukan Guru Besar.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak merencanakan komunikasi lanjutan melalui pertemuan daring untuk membahas kemungkinan implementasi program doktoral tersebut secara lebih terperinci.
Selain pendidikan dan penelitian, FEB Universitas Narotama juga melihat pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dari kerja sama internasional. Menurut Dr. H. Agus Sukoco, Universitas Narotama bersama UniSZA dan UMK telah beberapa kali melaksanakan kegiatan bantuan sosial, antara lain di Blitar dan Bali.
Namun, terdapat peluang pengembangan program melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara langsung di Malaysia dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Narotama.
“Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa bersama dosen untuk datang langsung ke Malaysia belum terlaksana. Kalau itu bisa dilaksanakan, tentu akan menjadi pengembangan yang baik,” ungkapnya.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas ruang interaksi lintas budaya, meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam menghadapi persoalan masyarakat di lingkungan internasional, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan sosial.
Dr. Agus Sukoco menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus diwujudkan melalui program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi institusi.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua dimensi utama dalam kolaborasi internasional, yakni _academic collaboration_ dan _staff collaboration_ . _Academic Collaboration_ mencakup kegiatan pembelajaran bersama, kuliah tamu, serta pengujian akademik lintas universitas. Sementara itu, _Staff Collaboration_ mencakup keterlibatan sumber daya manusia akademik dalam kegiatan bersama, termasuk penelitian kolaboratif.
Kedua dimensi tersebut saling melengkapi dalam mendukung peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Interaksi dengan perguruan tinggi mitra internasional memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman akademik, serta membandingkan dan mengembangkan standar pembelajaran.
“Kalau kita hanya berada di lingkungan internal, kita tidak memiliki pembanding yang cukup. Peningkatan kualitas pembelajaran akan lebih optimal apabila kita berkolaborasi dengan banyak pihak,” jelasnya.
Melalui penguatan kerja sama dengan UniSZA dan UMK, FEB Universitas Narotama berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan implementasi MoU sekaligus mengembangkan program-program baru yang relevan dengan kebutuhan akademik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan, produktivitas penelitian, kompetensi dosen, serta pengalaman belajar mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di tingkat global.