Kolaborasi Multidisiplin, IC-ELSEI 2026 Universitas Narotama Hadirkan Perspektif Global di Bali
15 September 2026, 21:59:05 Dilihat: 16x

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama kembali memperkuat komitmennya dalam membangun jejaring akademik dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan 16th International Conference on Economy, Law, Social Engineering and Innovation (IC-ELSEI) 2026 di Bali, pada 5 September 2026.

Konferensi internasional tersebut menjadi salah satu rangkaian agenda akademik FEB Universitas Narotama pada semester genap. Sebelumnya, FEB juga telah menyelenggarakan konferensi internasional di Surabaya pada 8 Agustus 2026 yang lebih diarahkan bagi mahasiswa Program Studi S1. Sementara IC-ELSEI 2026 di Bali secara khusus memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa Program Magister Manajemen (MM), sekaligus tetap terbuka bagi peserta dari perguruan tinggi dan institusi lain.

Dekan FEB Universitas Narotama, Dr. H. Agus Sukoco, S.T., M.M., menjelaskan bahwa penyelenggaraan IC-ELSEI 2026 di Bali memiliki sejumlah keistimewaan, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam upaya memperluas eksistensi Universitas Narotama di tingkat internasional.

“Yang pertama, tempatnya di Bali yang merupakan destinasi internasional. Yang kedua, ini sebagai promosi atau branding Universitas Narotama di level internasional,” ujar Dr. Agus.

Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Dari Indonesia, keynote speaker antara lain Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., Rektor Universitas Dwijendra Bali. Sementara dari Malaysia hadir Prof. Dr. Mohd. Fauzi Sedon, Dean Faculty of Art, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), yang membahas keterkaitan seni dengan dunia bisnis.

Selain itu, hadir Prof. Dr. Muhammad Ashlyzan B. Razik dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK), selaku Director of UMK Center External Education, serta Prof. Madya Dr. Amiruddin Bin Ahamat dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Centre of Technopreneurship Development, yang mengangkat tema kewirausahaan berbasis teknologi.

Pembahasan multidisiplin juga diperkuat oleh kehadiran Dr. Noor Ratna Binti Masrom dari UTeM yang membahas peningkatan produksi padi dan pengelolaan limbah pertanian, khususnya jerami. Salah satu pendekatan yang dibahas adalah pemanfaatan bakteri untuk mengolah jerami menjadi pupuk organik sehingga tidak harus dibakar dan berpotensi menjaga mikroorganisme tanah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

Dari Indonesia, konferensi juga menghadirkan sejumlah akademisi dari Universitas Mercu Buana Jakarta, di antaranya Ir. Muhammad Isradi, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Secretary of Master Civil Engineering, serta Dr. Mawardi Amin, M.T. dan Dr. Acep Hidayat, S.T., M.T. Kehadiran akademisi bidang teknik tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan ekonomi dan bisnis tidak dapat dilepaskan dari aspek pendukung lainnya, termasuk infrastruktur dan transportasi.

Menurut Dr. Agus, kondisi infrastruktur dan transportasi, misalnya, memiliki hubungan langsung dengan aktivitas bisnis. Infrastruktur jalan yang kurang baik dapat meningkatkan biaya logistik dan pada akhirnya memengaruhi distribusi maupun pemasaran produk.

“Bisnis tidak bisa berdiri sendiri. Kita membutuhkan hukum, sosial, teknik, dan bidang lainnya. Kalau orang bisnis tidak memahami teknik, bagaimana logistik bisa berjalan dengan lancar?” jelasnya.

Konsep multidisiplin menjadi salah satu perkembangan penting dalam penyelenggaraan IC-ELSEI. Jika pada awalnya konferensi lebih banyak berfokus pada bidang ekonomi, kini cakupannya diperluas dengan melibatkan perspektif hukum, sosial, teknik, dan inovasi.

Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia bisnis yang semakin kompleks. Inovasi bisnis tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai ekonomi dan manajemen, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi, infrastruktur, aspek sosial, regulasi, hingga kreativitas.

Salah satu materi yang dinilai menarik adalah pembahasan mengenai art atau seni dalam bisnis yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohd. Fauzi Sedon. Menurut Dr. Agus, pendekatan tersebut relevan dengan perubahan karakter konsumen, khususnya generasi muda dan Generasi Z.

“Hal-hal baru yang mungkin belum sempat kita pikirkan, seperti art atau seni untuk bisnis. Sekarang generasinya juga sudah berbeda, generasi Z. Mereka memerlukan sentuhan warna yang berbeda,” ungkapnya.

Ia memberikan ilustrasi bahwa sebuah produk, termasuk buku, akan memiliki daya tarik yang berbeda apabila tidak hanya menyajikan teks, tetapi juga menghadirkan unsur visual dan seni. Penggunaan warna, gambar, dan elemen visual dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran yang memengaruhi perhatian konsumen dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan daya tarik serta penjualan produk.

IC-ELSEI 2026 di Bali diikuti oleh 117 peserta, baik secara luring maupun daring. Meskipun FEB Universitas Narotama menjadi tuan rumah dan mahasiswa Program Magister Manajemen menjadi peserta utama, konferensi ini tidak bersifat eksklusif bagi mahasiswa Universitas Narotama.

Sejumlah peserta berasal dari perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dan Universitas Mercu Buana Jakarta, serta berbagai institusi lainnya.

Selain memperoleh pengalaman akademik melalui konferensi internasional, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring dengan akademisi, praktisi, dan institusi dari berbagai latar belakang.

Bagi mahasiswa Program Magister Manajemen yang sebagian telah memiliki pengalaman profesional, aspek networking menjadi salah satu nilai penting dari konferensi tersebut.

Dr. Agus mencontohkan adanya pembicaraan lanjutan antara mahasiswa yang bekerja di perusahaan pupuk dengan Dr. Noor Ratna terkait pengelolaan limbah menjadi pupuk organik. Demikian pula terdapat peluang kolaborasi yang berkaitan dengan pengembangan sektor tambak dan permasalahan mikroorganisme yang berpengaruh terhadap produktivitas.

“Para peserta conference di Bali ini orang-orang yang sudah punya pengalaman di dunia kerja. Jadi lebih banyak akan membangun network. Banyak network yang dibangun di sana,” jelasnya.

Pemilihan Bali sebagai lokasi konferensi juga memberikan dimensi tambahan bagi peserta. Selain mengikuti agenda akademik, peserta memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan bisnis dan budaya internasional yang berkembang di Bali.

Menurut Dr. Agus, perpaduan antara konferensi, networking, dan pengalaman budaya membuat kegiatan menjadi lebih bermakna. Tidak sedikit mahasiswa yang bahkan membawa serta keluarganya untuk menikmati perjalanan tersebut.

“Kalau ini hanya conference, biasanya memang tidak menarik. Karena biayanya banyak. Tapi biasanya orang conference itu sekalian berwisata. Makanya banyak mahasiswa membawa keluarga. Jadi menyenangkan dirinya dan keluarganya, sekaligus ada nilai akademisnya,” tuturnya.

Dengan demikian, IC-ELSEI 2026 tidak hanya menjadi forum penyampaian gagasan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman internasional dan hubungan antarpeserta yang dapat dikembangkan menjadi kolaborasi pada masa mendatang.

Dari internal Universitas Narotama, konferensi ini turut melibatkan Dr. Joko Suyono, Ph.D., Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Narotama, yang berperan sebagai moderator dalam konferensi internasional tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas hubungan Universitas Narotama dengan berbagai perguruan tinggi. Sebelumnya, FEB Universitas Narotama telah menerima kunjungan akademisi dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).

Menurut Dr. Agus, kehadiran para pembicara internasional tidak berhenti pada pelaksanaan konferensi. Diskusi yang terbangun diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama akademik, penelitian, pengembangan keilmuan, maupun kolaborasi lainnya.

“Setelah kita diskusi, mereka sangat senang bisa kita undang untuk menyampaikan ilmunya. Mereka juga menanggapi dengan positif dan ada peluang-peluang untuk bekerja sama. Tidak berhenti sampai di sini, akan ada kelanjutannya,” ujarnya.

Ke depan, FEB Universitas Narotama berkomitmen untuk terus memperluas penyelenggaraan kegiatan akademik berorientasi internasional. 

Dr. Agus menyampaikan bahwa konferensi internasional menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan persaingan global.

“Kita ke depan, pentas kita tidak hanya lokal. Lulusan kita nanti akan menghadapi persaingan internasional. Maka kita harus menyiapkan lulusan kita siap di dunia internasional,” tegasnya.

Melalui pengalaman mengikuti konferensi internasional, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan dari pembicara internasional, tetapi juga memiliki pengalaman melakukan presentasi pada forum internasional, membangun jejaring, serta mengembangkan artikel dan karya akademik yang dapat menjadi bagian dari rekam jejak akademiknya.

Internasionalisasi juga diharapkan memberikan dampak bagi para dosen. Interaksi langsung dengan akademisi yang memiliki pengalaman mengajar dan melakukan riset di berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperoleh perspektif dan pengetahuan baru.

Dr. Agus menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif di lingkungan FEB Universitas Narotama.
“Kita ajak semua supaya kita membangun kerja ini dengan kebersamaan. Kita kerja bersama, duduk bersama, jalan bersama. Satu rasa dan dapat ilmu bersama,” pungkasnya.

Penyelenggaraan IC-ELSEI secara berkelanjutan juga tengah dipersiapkan. FEB Universitas Narotama berencana mempertahankan konferensi internasional sebagai agenda setiap semester, dengan evaluasi terhadap format penyelenggaraan agar semakin efektif dan efisien, termasuk kemungkinan menggabungkan atau memisahkan agenda untuk mahasiswa S1 dan S2.

Dengan semangat tersebut, IC-ELSEI 2026 di Bali menjadi bagian dari langkah FEB Universitas Narotama dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan, kolaborasi yg multidisiplin, pengembangan jejaring akademik, serta kesiapan mahasiswa dan lulusan menghadapi persaingan di tingkat global.

Share:

UN Videos

Dosen Narotama ciptakan Prototype Industri Siap Terap Untuk Peningkatan Ketahanan Permukiman Masyar
Wisuda Sarjana Ke 60 dan Magister Ke 48 Universitas Narotama | 4 Oktober 2025.
Wisuda Sarjana Ke 58 dan Magister Ke 46 Universitas Narotama | 26 Oktober 2024

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by UN | Universitas Narotama, All Rights Reserved.