Wisuda Sarjana ke-62 dan Magister ke-50 Universitas Narotama: Mencetak Generasi Unggul, Kompeten, dan Berdampak di Era Transformasi Teknologi
28 Oktober 2026, 16:49:15 Dilihat: 17x
Universitas Narotama menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-62 dan Magister ke-50 di Ballroom Shangri-La Surabaya, Sabtu (24/10/2026). Sebanyak 505 wisudawan dan wisudawati, terdiri atas 229 lulusan program sarjana dan 276 lulusan program magister, resmi menyelesaikan pendidikan tinggi mereka, termasuk mahasiswa internasional.
Acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Narotama, Associate Professor Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M.; Ketua Pembina Yayasan Pawiyatan Gita Patria, Ir. H. Eddy Surohadi, S.E., M.H.; Pembina Yayasan Yatiningsih Madjid, S.H., M.H.; Sekretaris Yayasan Dr. H. Habib Adjie, S.H., M.Hum.; serta Wakil Sekretaris Yayasan Chriestine Ayu Ashari, S.E., M.M.
Turut hadir Founder dan CEO Astronacci International, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, CAT, CFTe, MFTA, MCFI, ATP, Direktur Kadin Institut Jawa Timur Dr. Nurul Indah Susanti, Direktur CV Sinar Mentari Indonesia H. Ali Imron, S.Pt., M.M., perwakilan Komisaris PT Indraco, Kepala Desa Gempol Klutuk Sugiono, S.E., M.M., Ketua IKATAMA Abdul Hamid, S.H., M.Kn., Ketua IKANOTAMA Amadeo Tito Sebastian, S.H., M.Kn., serta perwakilan perguruan tinggi mitra dan mitra perbankan. Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Profesor Dr. Diah Sawitri, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat dan pesan kepada para wisudawan secara daring.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Narotama menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya proses akademik, melainkan awal tanggung jawab baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, otomatisasi, dan perubahan global, para lulusan dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, serta mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.
Rektor juga menyampaikan komitmen Universitas Narotama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan sertifikasi kompetensi lulusan, peningkatan akreditasi institusi menuju predikat Unggul, serta perluasan kolaborasi internasional. Berbagai program pertukaran mahasiswa ke Malaysia, Thailand, dan Taiwan, kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi luar negeri, serta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengikuti program double degree dan penempatan kerja resmi di Taiwan. Berbagai prestasi mahasiswa di bidang olahraga turut menunjukkan kemampuan lulusan Narotama untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai pengingat bagi para lulusan, Rektor menyampaikan, “Ijazah merupakan pencapaian yang membanggakan. Namun, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan nilai merupakan modal penting bagi Saudara untuk memenangkan masa depan.” Ia juga menekankan nilai Pro Patria, yakni semangat cinta tanah air yang diwujudkan melalui karya, pengabdian, dan kontribusi positif bagi bangsa.
Sejalan dengan pesan tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Pawiyatan Gita Patria menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari karakter, integritas, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Yayasan, menurutnya, terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan daya saing Universitas Narotama.
Kepada para wisudawan, ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah meninggalkan bangku kuliah. “Dunia mungkin akan menghargai Saudara karena gelar dan kemampuan yang dimiliki, tetapi masyarakat akan menilai Saudara dari kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta manfaat yang diberikan.” Ia berharap para lulusan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkarya sekaligus mengabdi kepada masyarakat.
Pesan untuk terus meningkatkan kualitas diri juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Profesor Dr. Diah Sawitri, S.E., M.M., melalui sambutan daring. Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi dunia kerja melalui penguasaan keterampilan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan inovasi. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mampu mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan memberikan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
Beliau turut menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan yang semakin luas. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan pencapaian tujuan, tetapi tetap harus diimbangi pertimbangan kritis serta tanggung jawab manusia. “AI adalah alat bantu kita. AI adalah copilot yang mendukung kita dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, gunakanlah AI secara bijak dan bertanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu Pembekalan bagi para wisudawan disampaikan oleh Founder dan CEO Astronacci, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, CAT, CFTe, MFTA, MCFI, ATP, bertajuk “Asal Bapak Senang”. Ia mengkritisi budaya kerja yang lebih mengutamakan menyenangkan atasan daripada menyampaikan kondisi sebenarnya. Menurutnya, profesionalisme justru ditunjukkan melalui keberanian menyampaikan fakta berdasarkan data, dengan cara yang santun dan tetap menjunjung tinggi integritas.
Ia juga mengingatkan bahwa gelar akademik tidak otomatis menjamin kompetensi seseorang. Lulusan perlu terus mengembangkan pengetahuan, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, memperkuat keahlian sesuai bidangnya, serta membangun integritas agar mampu bersaing di tingkat global. Pesan utamanya terangkum dalam kalimat, “Jangan menjadi problem. Jadilah problem solver.” Para lulusan diharapkan mampu mengenali persoalan, menyusun solusi, dan memberikan nilai tambah di tempat kerja maupun masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademik, Universitas Narotama memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari berbagai program studi, yaitu:
Fakultas Ekonomi dan Bisnis :
- Ratu Dewi Andiana — S1 Akuntansi, IPK 3,83.
- Ezza Wahyu Indrianto — S1 Manajemen, IPK 3,99.
- Anggit Pamungkas Adiputra — Magister Manajemen, IPK 4,00.
Fakultas Hukum :
- Redita Eny Agustin — S1 Ilmu Hukum, IPK 3,92.
- Ramadhan Kahfi Fahlafi — Magister Ilmu Hukum, IPK 3,92.
- Ullia — Magister Kenotariatan, IPK 3,88.
Fakultas Teknik :
- Mohammad Al Alif Figih Maulana — S1 Teknik Sipil, IPK 3,83.
- I Ketut Budiarka — Magister Teknik Sipil, IPK 3,97.
Fakultas Ilmu Komputer (FIK) :
- Vicky Januar Putra Pratama — Sistem Komputer, IPK 3,84.
- Irsyadulloh Ramadhan Bagus Nuryono — Sistem Informasi, IPK 3,95.
- Krismono Sadi — Teknik Informatika, IPK 3,93.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan :
- Yuanita Lestari — PG PAUD, IPK 3,86.
Selain prestasi akademik, Universitas Narotama juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik nonakademik di bidang seni, budaya, olahraga, dan profesional.
Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga :
- Ayu Mareta Dyasari — S1 Manajemen, IPK 3,81. Meraih medali emas pada Asia Cup Leg 2 Singapore World Ranking Tournament 2025 serta medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 di cabang olahraga panahan.
- Yurike Nina Bonita Pereira — S1 Manajemen, IPK 3,50. Meraih medali perunggu Jakarta Series Open 1 2026, medali emas SEA Games ke-33 Thailand 2025, serta medali perak pada Gladi WSS Indonesia Archery Tournament 2025.
- Barru Aliyyu Nisa Ismanto — S1 Ilmu Hukum. Meraih medali perunggu CMAS Asia Championship 2026 serta dua medali emas pada PON XII NTB 2026 di cabang olahraga selam.
Bidang Profesional :
- David Dwi Martin Warkinanto — Magister Manajemen, IPK 3,72. Menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai.
Wisuda Sarjana ke-62 dan Magister ke-50 menjadi momentum bagi Universitas Narotama untuk menegaskan kembali perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, kompeten, berkarakter, dan berintegritas. Melalui penguatan kompetensi, kolaborasi internasional, pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penanaman semangat Pro Patria, Universitas Narotama terus berupaya menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman. Para wisudawan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi terus belajar, berkarya, dan menerapkan ilmunya untuk menciptakan solusi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.