Devisa Indonesia Dikhawatirkan Tak Mampu Tutup Utang
21 Oktober 2016, 09:00:54 Dilihat: 285x
JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah Indonesia sudah mencapai Rp3.444,82 triliun pada September 2016. Angka ini naik Rp6,53 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp3.438,29 triliun. Peneliti Ekonomi Umum dan Global LIPI Carunia Mulya Hamid Firdausy menilai kenaikan utang ini tidak sehat. Pasalnya, utang Indonesia tidak lebih kecil dari devisa yang dimiliki oleh Indonesia.
“Saya curiga dengan datanya, karena devisa kita cuma USD110 miliar, lebih kecil dari besarnya utang,” kata dia kala dihubungi Okezone di Jakarta. “Lebih kecil dari besarnya utang, jauh sekali dari devisa. kita belum lihat apakah efektif dan efisien,” tuturnya. Sekedar informasi melansir situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 78,4% pinjaman berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.701,03 triliun. Kemudian, utang yang berasal dari pinjaman luar negeri turun menjadi Rp738,89 triliun. Adapun pinjaman luar negeri bulan sebelumnya, adalah Rp749,33 triliun.