KATA MEREKA: Isu Rush Money, Menarik Perhatian tapi Tidak Laku
28 November 2016, 08:55:41 Dilihat: 304x
JAKARTA - Isu rush money atau penarikan uang secara besar-besaran dan bersamaan belakangan ini menjadi topik yang cukup menuai banyak perhatian kalangan. Mulai dari kalangan yang bergelut di bidang ekonomi dan keuangan, hingga menyasar ke kalangan masyarakat. "Rush money enggak pernah kita hitung sebagai hal yang akan terjadi karena itu sesuatu ungkapan di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo yang meyakinkan isu tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
Persoalan mengenai rush money, pada awalnya memang cukup menimbulkan kekhawatiran. Namun optimisme yang dibangun oleh negara, setidaknya mampu meredakan panasnya suhu terkait isu tersebut. "DPK (Dana Pihak Ketiga) masyarakat dalam bentuk tabungan atas nama pribadi ada Rp2.500 triliun itu semua dalam keadaan aman," tambah Agus beberapa waktu lalu. Lantas, bagaimana respons masyarakat terhadap isu rush money yang beberapa waktu ini cukup menyita perhatian publik? Berikut Okezone, merangkum tanggapan masyarakat mengenai isu tersebut. 1. Joshua Aji (22), Karyawan Swasta “Saya tidak tahu rush money, tapi baru Googling soal rush money tadi pagi.Pendapat saya buat rush money, enggak ada ya. Saya belum paham dengan rush money.” “Tapi sepertinya enggak ya saya buat ngelakuin rush money. Penarikan uang dari bank maksud dan tujuannya juga belum ngerti. Sekarang ini masih nyimak dulu beritanya. Belum bisa kasih masukan.” 2. Rendy Perdana (22), Mahasiswa “Soal isu rush money, saya cukup paham. Rush money menurut saya bukan solusi, melainkan akan menimbulkan masalah baru lagi untuk pemerintahan Indonesia di kemudian hari. Saya tidak ada pikiran untuk ikut melakukan rush money.” “Kalau memang terbukti bersalah, saran saya tersangka penista agama segera ditahan untuk menegakkan keadilan hukum di Indonesia. Isu ini kan berkembang sejak ada kejadian itu. Karena saat ini hukum Indonesia tajam ke bawah dan tumpul ke atas.” 3. Eka Putranto (23), Mahasiswa “Saya paham mengenai isu rush money. Menurut saya itu sebuah isu yang ingin membuat situasi Indonesia semakin berantakan. Saya jelas tidak akan melakukan rush money.” “Saran saya bongkar secepatnya siapa dalang semua ini, penjarakan, dan cabut kewarganegaraannya, karena warga negara yang baik bukan warga negara yang memecah belah negaranya.” 4. Benny Affendi (25), Karyawan Swasta “Tahu, rush money itu menarik uang bersama-sama di waktu bersamaan sampai habis. Menurut saya itu hanya isu untuk mengguncang perekonomian Indonesia saja. Saya tidak ikut-ikutan. Saya menggunakan atau menarik uang seperlunya saja.” “Kalau boleh saran mempersehat aktivitas perbankan mungkin, dan menangkap pelaku penyebaran isu rush money itu sendiri.” 5. Ferlina Putri (24), Karyawan Swasta "Soal rush money saya nggak terlalu paham. Enggak begitu ngikutin informasinya. Menurut saya itu cuma sekedar isu saja, nggak perlu dipermasalahkan terlalu serius juga. Enggak ikutan rush money. Saya kira kurang kerjaan saja narik uang ramai-ramai dari bank.” “Saran saya, masalah rush money enggak perlu terlalu digede-gedein. Kalau bikin negara geger, yang buat isunya kan malah senang.”
(rai)