Petani Garam Terdesak Garam Impor Australia
05 Agustus 2016, 09:00:44 Dilihat: 311x

CIREBON - Sebanyak 25.800 ton garam impor asal Australia masuk ke Cirebon, Jawa Barat. Garam impor tersebut masuk melalui Pelabuhan Cirebon. Ketua Asosiasi Petani Garam Kabupaten Cirebon, Insyaf Supriyadi mengaku, telah mengetahui adanya garam impor yang masuk ke Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, impor tersebut sudah rutin dilakukan perusahaan garam sejak lima tahun terakhir, sejumlah 25.000-30.000 ton/tahun. “Tahun ini jumlah garam yang diimpor mencapai 25.800 ton,” katanya, Kamis (4/8/2016).
Semula, pihaknya memang menolak masuknya garam impor ke Kabupaten Cirebon. Namun, pihaknya terpaksa menerima karena impor garam tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan garam konsumsi kualitas satu.
Sementara garam yang dihasilkan petani garam di Kabupaten Cirebon selama ini hanya bisa mencapai kualitas dua. Untuk mengatasinya, dia berharap pemerintah mengatasi masalah di seputar produksi garam. Caranya dengan memperbaiki tata kelola garam untuk meningkatkan kualitas garam lokal.
“Di Kabupaten Cirebon khususnya, masalah yang selama ini dialami petani garam terutama menyangkut rendahnya kualitas garam,” cetusnya.
Rendahnya kualitas garam itu di antaranya tampak dari segi warna maupun tingkat kekeringan kristalisasinya. Dari segi warna, kualitas garam petani di Kabupaten Cirebon kurang putih yang diakibatkan kotornya air laut.
Selain itu, tingkat kekeringan kristalisasinya pun kurang. Dia menyatakan, kondisi itu karena petani langsung memanen garamnya saat baru jadi akibat terdesak kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Untuk memperbaiki kualitas garam, dia berharap agar pantai sepanjang 4-6 kilometer atau mulai dari Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, segera dibangun breakwater. Langkah itu dipandang dapat mencegah abrasi yang membuat air laut kotor masuk ke areal tambak garam.
“Sebenarnya sudah lama kami sampaikan ke instansi terkait tapi sampai sekarang belum direalisasikan,” tuturnya.
Tak hanya membantu mengatasi masalah garam, pemerintah pun diharapkan memperbaiki program bantuan kepada petani garam. Selama ini, bantuan peralatan untuk peningkatan produksi dan kualitas garam yang dikucurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tak bisa dimanfaatkan petani garam di Kabupaten Cirebon
Hal itu karena bantuan baru diberikan kala petani sudah tak membutuhkannya. Bantuan itu di antaranya berupa geo isolator membran. Alat tersebut berupa lembaran semacam plastik yang dipasang pada tambak garam.
Berdasarkan analisa, geo isolator membran bisa meningkatkan produksi dan kualitas garam. Namun, bantuan geo isolator membran baru datang pada September. Padahal, proses penggarapan garam sudah dimulai sejak Juni.
Selain geo isolator membran, sambungnya, bantuan lain dari pemerintah pusat yang terlambat datang berupa program pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR). Menurutnya, program itu pun baru dikucurkan setelah masa produksi dimulai.
Akibatnya, program PUGAR yang semestinya bisa meningkatkan produksi dan kualitas garam hingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani garam pun menjadi tak efektif. Akibat tak tepat waktu, tingkat keberhasilan program itu hanya sekitar 10%.
Selain tak tepat waktu, bantuan dari pemerintah pusat bagi petani garam pun banyak yang tak tepat sasaran. Dia mencontohkan, petani penggarap yang menggarap lahan tahun lalu namun tidak tahun ini, ternyata tetap memperoleh bantuan karena sebelumnya sudah terdata.
“Makanya pemerintah harus membenahi agar semua bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cirebon, Revolindo, membenarkan kapal tongkang yang bersandar di Pelabuhan Cirebon mengangkut garam impor dari Australia. Namun, menurutnya, pengiriman garam impor tidaklah rutin.
“Setahu saya, pengirimannya hanya ketika dibutuhkan saja, tidak rutin,” katanya meyakinkan.
Share:

UN Videos

Java Coffee Culture and Festival Peneleh 2024
Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana ke - 56 dan Magister ke - 44
Wisuda Sarjana Ke 54 dan Magister Ke 42 Universitas Narotama

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2025 by UN | Universitas Narotama, All Rights Reserved.