Dukung Anak, Ribuan Ibu di Hong Kong Ikut Demo RUU Ekstradisi

Ribuan ibu-ibu di Hong Kong ikut turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi pada Jumat (5/7). Aksi dilakukan sebagai dukungan untuk para mahasiswa yang berunjuk rasa memprotes RUU ekstradisi dalam beberapa pekan terakhir.
"Para pemuda telah melakukan banyak hal untuk kita. Setidaknya, kami harus berdiri sekali saja untuk mereka. Saya merasa sangat tertekan melihat mereka. Meski mereka terlihat sedikit kejam, tapi mereka tidak menyakiti siapa pun," ujar salah seorang rombongan, Carina Wan, melansir Reuters.

Aksi unjuk rasa ibu-ibu akan terus berlanjut jika pemerintah tak juga bergerak. "Orang yang menyakiti kami adalah pemerintah. Jika mereka tidak membebaskan pada pemuda, kami akan terus berdiri," tambahnya.
Diperkirakan, sebanyak 8 ribu ibu-ibu turut bergabung dalam pawai.

Pemimpin Hong Kong pro China, Carrie Lam, telah meminta untuk bertemu dengan para mahasiswa. Upaya itu dilakukan dalam rangka menahan tekanan akibat sebulan protes yang menjerumuskan Hong Kong ke dalam kekacauan.
Namun, mahasiswa menolak tawaran tersebut. Pasalnya, Lam meminta pertemuan dilakukan secara tertutup. "Kami tidak mengerti mengapa dia [Carrie Lam] tidak secara terbuka menanggapi tuntutan rakyat, tapi lebih suka melalui pertemuan tertutup," ujar pemimpin Serikat Mahasiswa Hong Kong University, Jordan Pang.

Pang mengatakan, pihaknya hanya akan setuju jika pemerintah berjanji untuk tidak melakukan penyelidikan terhadap para pengunjuk rasa yang terlibat dalam protes.
Kisruh dimulai sejak pemerintah Hong Kong menggodok RUU ekstradisi. RUU tersebut memungkinkan tersangka satu kasus diadili di luar negeri, termasuk China.
RUU ini menyulut amarah warga Hong Kong. Mereka khawatir akan sistem peradilan di China yang kerap bias dan dipolitisasi. Akibatnya, lonjakan protes besar-besaran terjadi pada 9 Juni dan 1 Juli 2019.





Sumber: CnnIndonesia