Hari Pertama Tarif Normal MRT, Penumpang Turun 4.919 Orang

Jakarta -- Jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) turun pasca-penetapan tarif normal. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin menyebut penumpang harian turun sekitar 5.000 orang.

"Yang menggunakan layanan Senin kemarin berjumlah 77.696 penumpang dari rata-rata pengguna bulan lalu sebesar 82.615," kata Kamal saat dihubungi, Selasa (14/5).

Dari data yang dimiliki MRT, stasiun yang dalam keadaan terpadat ialah Bundaran HI, Lebak Bulus, dan Dukuh Atas. Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati menjelaskan keadaan itu masih dalam situasi stagnan.

Ia menjelaskan tarif yang naik tersebut tak terlalu berdampak kepada jumlah penumpang dan masih di atas target penumpang yang ditetapkan DKI.

"Jumlah penumpang MRT Senin kemarin hari pertama penetapan tarif 100 persen itu sebanyak 77.696. Itu oke dong," kata Sri.

Sri menjelaskan, DKI memiliki target penumpang di tahun 2019 mencapai 65 ribu per hari. Angka ini masih terus dievaluasi oleh DKI untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Kita semua evaluasi secara teknis ada di dinas, ada di biro dan asisten. Kita juga nanti akan bicarakan integrasi fisik dan rutenya," ucap dia dia.

Terakhir, Sri mengatakan pihaknya akan mempelajari kembali kemungkinan pemisahan tarif bagi kelompok. Salah satu di antaranya adalah pengkajian tarif bagi pelajar.

"Kalau ada usul boleh saja. Tapi kita lihat nanti. Kalau ada usul masyarakat enggak bisa langsung. Nanti kita cari dulu," tutur dia.

Tarif MRT per tanggal 13 Mei kembali normal setelah sebelumnya mendapat diskon khusus sebesar 50 persen. Tarif MRT sendiri sebesar Rp3.000 hingga Rp14.000.

Sumber : cnnindonesia.com