Eks-Komandan Militan Moro Dipukuli Hingga Tewas di Sabah

Aulia Akbar
MANILA - Salah satu dari tujuh korban jiwa konflik konflik Sabah tewas karena amukan massa. Korban itu dikabarkan adalah mantan komandan Moro National Liberation Front (MNLF).

Seperti diberitakan Bernama, Senin (4/3/2013), 20 orang warga di Desa Senalang memukuli mantan komandan MNLF hingga tewas. Korban membawa senjata berupa senapan serbu M-16 dan peluncur granat.

"Menurut laporan bernama, pada pukul 07.00 (hari Minggu), seorang pria bertubuh besar, mengenakan pakaian hitam, bersenjatakan M-16 turun dari bukit dan menembak ke arah desa," demikian laporan dari media Malaysia itu.

Warga pun diberitahu bahwa mantan komandan MNLF itu berteriak dan mengatakan, dirinyalah yang menembak mati polisi Malaysia pada Sabtu malam. Seperti diketahui, enam orang polisi Malaysia menjadi korban jiwa dalam perseteruan yang terjadi akhir pekan lalu.

Pria bersenjata itu langsung meminta warga desa berkumpul di sebuah masjid. Namun pria itu justru dihakimi warga tepat pada saat sedang menyulut rokok dan menaruh senjatanya.

Perdana Menteri Malaysia Najib Raza mengatakan, insiden itu merupakan bentuk kemarahan warga terhadap para militan bersenjata dari Sulu. Najib turut memuji tindakan warganya yang ada di Sabah.

"Mereka (warga) bertindak dengan kemauannya untuk menyelamatkan warga lain yang disandera. Mereka menunjukkan keberaniannya yang luar biasa," ujar Najib.

"Mereka menolak gangguan dari pihak asing dan bertindak tanpa rasa takut," tegas Najib.