go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Polisi Ringkus Pemasok Sabu Artis Aulia Farhan

Polisi Ringkus Pemasok Sabu Artis Aulia Farhan

22 Februari 2020, 09:00:05

Jakarta -- Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap pemasok sabu untuk artis Aulia Farhan atau dikenal dengan nama Farhan Petterson. Pemasok itu berinisial DK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan penangkapan DK merupakan hasil pengembangan atas kasus Farhan. DK ditangkap pagi tadi di Bekasi Selatan.

"Pagi tadi kita mengamankan satu tersangka lagi berinisial DK, sekarang masih dalam perjalanan (menuju Polda Metro Jaya)," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (21/2).

Yusri menuturkan DK memberikan narkoba jenis sabu kepada Farhan lewat perantara tersangka G yang telah ditangkap saat polisi menangkap Farhan.

Penyidik Ditresnarkoba bakal memeriksa DK secara intensif untuk mengetahui asal sabu tersebut.

"DK masih perjalanan ke sini (Polda Metro Jaya), akan kita kembangkan lagi," ujarnya.

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya meringkus Farhan dan rekannya berinisial G di Hotel Amaris, Jakarta Selatan, Selasa (20/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

Farhan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Ia terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Dari pengakuannya, Farhan telah mengonsumsi sabu selama enam bulan karena ikut-ikutan teman. Namun, penyidik masih mendalami keterangan yang disampaikan Farhan.

"Pertanyaan awalnya (mengapa konsumsi narkoba) dijawab karena ikut-ikut sama teman," kata Yusri.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Farhan mengaku telah mengonsumsi sabu selama lima hingga enam bulan. Dalam kasus ini, Farhan juga mengaku sebagai pengguna saja.

Farhan berdasarkan hasil tes urine tak hanya positif mengonsumsi sabu. Ia juga terbukti positif mengonsumsi ekstasi.

Yusri menyampaikan saat ini penyidik tengah mendalami keterlibatan artis lain. "Soal keterlibatan artis lain (yang pakai narkoba), kami mengiyakan, taapi kami masih dalami lagi," ujar dia.

Polisi menjerat Farhan dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Minta Warga Tak Pakai Masker Medis
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Minta Warga Tak Pakai Masker Medis Jakarta -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan Presiden Joko Widodo meminta semua warga menggunakan masker untuk mencegah virus corona (Covid-19). Meski begitu, kata Doni, Jokowi meminta .....

Bos Ojol Respons Aturan PSBB Larang Angkut Orang Kala Corona
07 April 2020, 09:00:00

Bos Ojol Respons Aturan PSBB Larang Angkut Orang Kala Corona Jakarta, Representatif perusahaan ride-hailing asal Singapura, Grab di Indonesia mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian lebih mendalam soal pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang ojek online (ojol) untuk mengangkut .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....