go green
Recent Issues

Tak Sekadar Bisa Baca, Buku Dongeng Latih Kemampuan Komunikasi Anak

Tak Sekadar Bisa Baca, Buku Dongeng Latih Kemampuan Komunikasi Anak

20 Februari 2020, 09:00:00

KOMPAS.com - Bagi orangtua yang memiliki anak usia balita (di bawah lima tahun), membacakan buku dongeng bersama anak mungkin sudah menjadi saran umum di dunia parenting. Selain meningkatkan imajinasi, anak yang sering dibacakan dongeng diharapkan bisa membaca lebih cepat karena sudah dikenalkan dengan beragam huruf sejak dini. Namun, saat anak sudah berada di usia TK dan SD, kebiasaan mendongeng kerap berkurang frekuensinya karena anak dianggap sudah bisa membaca. Padahal, manfaat membaca buku dongeng tak sekadar melatih kemampuan membaca anak, tetapi juga kemampuan berkomunikasi. Berbeda dengan kemampuan membaca yang berarti kemampuan anak untuk membaca kata atau kalimat. Kemampuan berkomunikasi lebih pada bagaimana anak mengekspresikan perasaan lewat kata-kata, serta kemampuan untuk memahami apa yang oranglain katakan dan rasakan.
Hampir semua kegiatan yang dilakukan anak membutuhkan kemampuan berbahasa demi mempermudah komunikasi. Berikut cara dongeng melatih kemampuan berkomunikasi anak:

Menambah kosakata
Saat masih anak-anak, kosakata yang dimiliki masih sangat terbatas. Seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman, pengetahuan kosakata otomatis juga bertambah. Semakin banyak kosakata yang dimiliki oleh anak, maka anak akan lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata yang tepat sehingga dimengerti oleh orang dewasa. Namun, memperkaya kosakata tak perlu menunggu sampai anak dewasa. Anak-anak juga bisa dilatih kosakatanya melalui interaksi aktif bersama orangtua termasuk dengan membaca dongeng.

Mengurangi "tantrum"
Kosakata yang kaya akan membuat anak lebih mudah berkomunikasi. Kadang kala, anak menjadi tantrum (mengamuk) akibat ia tak mampu mengomunikasikan apa yang ia butuhkan sehingga kebutuhan tersebut tak dipenuhi oleh orangtua.
Cerita dongeng dengan tema ringan dan menarik akan memudahkan anak belajar komunikasi melalui karakter yang disuguhkan dalam dongeng. Misalnya, dongeng tertentu bisa mengajarkan anak bagaimana minta tolong, bagaimana mengatakan kalau ia sedih, dan perasaan lainnya.
Peka terhadap perasaan orang lain
Tak hanya soal kosakata dan tantrum, buku dongeng yang banyak menyuguhkan gambar akan mengajarkan anak mengenal lebih banyak ekspresi melalui karakter. Misalnya, bagaimana ekspresi karakter saat merasa senang, sedih, atau kecewa. Sehingga anak bisa lebih mudah memahami apa yang orang lain bicarakan dan rasakan. Dengan begitu, anak mampu membangun dan menunjukkan empati secara lebih baik lagi.
Relasi anak di masa depan Kemampuan tadi akan sangat bermanfaat baik anak hingga ia dewasa. Sebab, kemampuan berkomunikasi yang baik dapat membawa anak menjalani relasi baik dengan lebih banyak orang, yang berguna bagi perkembangan potensi maupun kariernya di masa depan. Kemampuan berkomunikasi ini perlu dilatih bersama orangtua sejak dini, salah satu caranya dengan membaca buku-buku dongeng inspiratif.


Sumber : Kompas.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen
28 Oktober 2020, 09:00:20

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....