go green
Recent Issues

Potensi Serangan Siber Besar Saat Kompetisi Olahraga

Potensi Serangan Siber Besar Saat Kompetisi Olahraga

17 Januari 2020, 09:00:05

Serangan siber saat acara kompetisi olahraga besar berpotensi selalu terjadi karena sistem yang dibangun masih terbuka untuk publik.

Oleh karena itu, menurut CEO NTT Indonesia Hendra Lesmana, perlu ada rancangan keamanan (secure by design) yang baik sebelum acara dilaksanakan.

NTT Communications merupakan perusahaan penyedia manajemen jaringan, layanan keamanan dan solusi untuk konsumen. NTT merupakan anak usaha dari Nippon Telegraph dan Telephone Corporation, perusahaan telekomunikasi asal Jepang. "Secure by design, dari awal sudah didesain yang [sistem] ini harus ditutup agar tidak bisa diakses [oleh peretas]. Analoginya, pertandingan sepak bola di kelurahan mungkin tidak perlu ada regu polisi yang datang, tetapi kalau pertandingan sepak bola di GBK tentu saja paparannya lebih besar, memang dibutuhkan desain keamanan tertentu," papar dia saat media briefing di Mood Coffee, Jakarta. Lagi-lagi phising menjadi metode yang sering digunakan peretas kata Hendra. Misalnya saat pertandingan sepak bola yang disiarkan di televisi, saat sistem diserang, maka komentator tak bisa melihat data pemain yang terpampang di monitor.

Terlebih, pada Oktober 2020 mendatang, akan ada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 yang diselenggarakan di Papua. "Saya kira kalau penyelenggaraan PON, balik lagi harus secure by design. Yang namanya kembaran digital harus dipikirkan keamanannya seperti apa," tutur Hendra.

Kembaran digital yang dimaksud adalah sebuah data yang mencakup soal kebiasaan dan memahami suatu pola, misalkan data kembar mengenai pola diet. Dengan data ini, individu atau kelompok bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih akurat, cepat, dan memakan biaya penelitian yang lebih murah.
Lebih lanjut, Hendra sempat bercerita bahwa saat pagelaran Tour De France yang diselenggarakan tiap tahunnya, NTT mengelola sistem keamanan acara balap sepeda tersebut.

Acara itu berlangsung selama 20 hari dan pihaknya mendapat 1.500.000 serangan siber. Kendati demikian, tidak ada data atlet yang bocor ke publik.
"Untungnya sampai sekarang belum ada satupun yang bobol [data atlet]. Kenapa? Balik lagi, pada waktu kita memberikan solusi sebagai partner-nya Tour De France, dari awal sudah bicara bahwa harus secure by design," pungkas Hendra.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pertemuan Daring Universitas Narotama dengan UnisZa dan UPSI Malaysia untuk Pengembangan Kerjasama Internasional dan Persiapan JWC Conference Februari 2021 Pertemuan Daring Universitas Narotama dengan UnisZa dan UPSI Malaysia untuk Pengembangan Kerjasama Internasional dan Persiapan JWC Conference Februari 2021

23 Januari 2021, 13:00:05

Universitas Narotama (UN) bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UnisZa) dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mengadakan pertemuan secara daring yang berlangsung pada hari Kamis, 21 Januari 2021. Pertemuan ini membahas pengembangan kerja sama antara ketiga institusi tentang penelitian bersama dan publikasi internasional. Pertemuan tersebut secara khusus merupakan persiapan acara “5th Management and Business Worldconference: International Conference On Economic, Management, Digital ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....