go green
Recent Issues

Bertemu Utusan ASEAN, Pemimpin Junta Janjikan Pemilu Myanmar

Bertemu Utusan ASEAN, Pemimpin Junta Janjikan Pemilu Myanmar

09 Juni 2021, 09:00:00

Jakarta -- Pemimpin junta militer, Min Aung Hlaing, bertemu dengan utusan ASEAN dan berjanji akan mengizinkan pemilihan umum (pemilu) ulang Myanmar jika situasi sudah kondusif.

"Pemilu ulang akan dilakukan ketika situasi sudah kembali normal," kata Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

Min Aung Hlaing menyampaikan pernyataan itu saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, dan Erywan Pehin Yusof, menteri kedua Brunei untuk urusan luar negeri, Kamis (3/6) malam.

Namun, Aung Hlaing tak menjabarkan detail janji pemilu tersebut. Sebelumnya, junta hanya pernah menyatakan akan menggelar pemilu dalam dua tahun.

Myanmar berada dalam kekacauan politik dan ekonomi sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada Februari.

Militer mengudeta pemerintahan sipil karena menuding kubu Aung San Suu Kyi melakukan kecurangan dalam Pemilu 2020.

Sejak saat itu, bentrokan terus terjadi hingga menewaskan setidaknya 800 orang. ASEAN pun berupaya memimpin upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis politik tersebut.

Min Aung Hlaing menghadiri pertemuan untuk membahas krisis di Myanmar bersama perwakilan setiap negara ASEAN pada April lalu.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, para pemimpin menyepakati lima poin yang intinya segera menghentikan kekerasan dan mengirimkan utusan khusus ke Myanmar.

Namun, Min Aung Hlaing dalam sebuah wawancara di televisi mengatakan Myanmar belum siap mengadopsi rencana tersebut.Bentrokan di Myanmar pun masih terus berlangsung.

Selain ASEAN, PBB juga mencoba upaya serupa.Mereka sudah meminta izin masuk ke Myanmar untuk ikut mengatasi krisis politik di negara tersebut.

Namun, utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima izin untuk melakukan perjalanan ke Myanmar.

Jumat lalu, Burgener mengatakan bahwa dia diberi tahu oleh junta bahwa sekarang bukan waktu yang tepat bagi PBB untuk berkunjung ke Myanmar.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

08 Juni 2021, 13:51:46

Sejak Rabu (2/6/2021), suasana Ruang Rapat Gedung D Universitas Narotama (UN) Surabaya selalu terlihat banyak orang beraktivitas. Mereka secara marathon sedang menyusun Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) untuk semua program studi (prodi) yang ada di lingkungan Universitas Narotama. Kegiatan yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM ini melibatkan berbagai unit ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas
14 Juni 2021, 09:00:00

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas Jakarta -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19, M. Praswad Nugraha berhadapan dengan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait laporan dugaan pelanggaran etik. Praswad .....

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital
14 Juni 2021, 09:00:00

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan soal nasib stasiun televisi lokal saat pemerintah sepenuhnya mengalihkan seluruh siaran analog menjadi siaran digital atau Analog Switch Off (ASO). Juru bicara Kominfo .....

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah
11 Juni 2021, 09:00:04

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah Jakarta, -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengatur siapa saja guru yang dapat mengajar pada pembelajaran tatap muka disekolah. Hal ini menyusul permintaan .....