go green
Recent Issues

Survei Y Publica: Ganjar Lewati Prabowo, Puan di Papan Bawah

Survei Y Publica: Ganjar Lewati Prabowo, Puan di Papan Bawah

28 Mei 2021, 09:00:27

Jakarta, -- Hasil survei bursa calon presiden 2024 yang dilakukan lembaga Y-Publica menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menembus 20,2 persen untuk pertama kalinya sejak survei Maret 2020.

Posisi Ganjar bahkan mengungguli nama Menhan Prabowo Subianto di posisi kedua dengan raihan 16,7 persen. Sosok yang disebut-sebut pesaing Ganjar di PDIP, Puan Maharani bahkan terlempar ke posisi ke-12 dengan 0,7 persen.

"Elektabilitas Ganjar terus melaju hingga berhasil tembus 20,2 persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya, Rabu (26/5).

Sementara itu di bawah Ganjar dan Prabowo ada nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar 15,9 persen.

Menurut Rudi, hal menarik jika melihat pernyataan elite PDIP lainnya belakangan ini yang terkesan menyindir Ganjar.

Ganjar dinilai terlalu berambisi menjadi calon presiden dengan lebih banyak tampil di media sosial dibandingkan bekerja di lapangan. Pada kenyataannya, kata dia, posisi kepala daerah memang cenderung semakin strategis, khususnya sejak pandemi Covid-19 melanda.

Tidak hanya Ganjar, tetapi juga Ridwan Kamil dan Anies Baswedan turut melambung elektabilitasnya, yang notabene sama-sama kepala daerah. Selain itu ada pula mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini yang kini menjabat Mensos serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Di sisi lain, kata Rudi, Puan yang digadang-gadang sebagai penerus dalam regenerasi internal PDIP tak pernah beranjak dari posisi papan bawah.

"Posisi empat besar capres masih dikuasai oleh Ganjar, Prabowo, RK, dan Anies," kata Rudi.

Berikut adalah elektabiltas capres:
1. Ganjar Pranowo 20,2 persen
2. Prabowo Subianto 16,7 persen
3. Ridwan Kamil 15,9 persen
4. Anies Baswedan 7,6 persen
5. Sandiaga Uno 7,3 persen
6. Tri Rismaharini 5,0 persen
7. Erick Thohir 4,1 persen
8. Agus Harimurti Yudohoyono 3,2 persen
9. Khofifah Indar Parawansa 2,4 persen
10. Giring Ganesha 2,1 persen
11. Mahfud MD 1,0 persen
12. Puan Maharani 0,7 persen
13. Airlangga Hartarto 0,5 persen
14. Susi Pudjiastuti 0,4 persen
15. Moeldoko 0,3 persen
16. Lainnya 0,8 persen
17. Tidak tahu/tidak jawab 11,8 persen

Sumber:cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

08 Juni 2021, 13:51:46

Sejak Rabu (2/6/2021), suasana Ruang Rapat Gedung D Universitas Narotama (UN) Surabaya selalu terlihat banyak orang beraktivitas. Mereka secara marathon sedang menyusun Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) untuk semua program studi (prodi) yang ada di lingkungan Universitas Narotama. Kegiatan yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM ini melibatkan berbagai unit ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas
14 Juni 2021, 09:00:00

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas Jakarta -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19, M. Praswad Nugraha berhadapan dengan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait laporan dugaan pelanggaran etik. Praswad .....

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital
14 Juni 2021, 09:00:00

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan soal nasib stasiun televisi lokal saat pemerintah sepenuhnya mengalihkan seluruh siaran analog menjadi siaran digital atau Analog Switch Off (ASO). Juru bicara Kominfo .....

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah
11 Juni 2021, 09:00:04

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah Jakarta, -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengatur siapa saja guru yang dapat mengajar pada pembelajaran tatap muka disekolah. Hal ini menyusul permintaan .....