go green
Recent Issues

Mau Beli Saham Pakai THR, Simak Jurus Ini!

Mau Beli Saham Pakai THR, Simak Jurus Ini!

04 Mei 2021, 09:00:00

Jakarta - Penggunaan tunjangan hari raya (THR) disarankan untuk bisa digunakan dengan bijak. Biar gak cepat boncos atau habis, ada baiknya untuk menyisihkan uang THR untuk berinvestasi. Ada beberapa tips yang bisa diterapkan jika ingin berinvestasi saham menggunakan uang THR.

Direktur NH Korindo Sekuritas, Amir Suhendro Samirin menjelaskan bagi masyarakat yang ingin memulai berinvestasi saham, ada baiknya sebelum membeli melihat terlebih dahulu fundamental keuangan emiten saham yang akan dituju.

"Jadi, untuk kepentingan jangka panjang, pastikan fundamentalnya baik. [...] Untuk kepentingan jangka panjang, cari lah saham dengan nilai yang murah atau sangat murah," jelas Amir dalam program Invest Time di CNBC Indonesia TV, yang dikutip Kamis (29/4/2021).

Amir juga menyarankan untuk bisa meniru gaya berinvestasi ala Lo Kheng Hong. Di mana, miliarder asal Indonesia itu, dalam memilih saham akan melihat seperti apa profil perusahaannya, manajemennya, dan sebagainya. Namun, dia baru akan membeli saham ketika harga saham sedang murah.

"Pilihan beliau utamanya adalah yang dibeli dengan price to value rendah. Cari price to value yang rendah itu berapa," ujarnya.

Misalnya saja kata Amir, semisal harga sebuah saham price to valuenya adalah 0,2, dibandingkan dengan nilai perusahaan itu misalnya sebesar 100. Jadi, investor hanya perlu membayar 22% dari nilai perusahaan itu.

"Jadi hanya 22% anda harus membayar dibandingkan nilai perusahaan itu sendiri atau book value perusahaan itu sendiri," ujarnya.

Kendati demikian, Amir tidak menyarankan bagi para investor untuk membeli saham gocapan.

"Yang murah itu saham gocapan, tapi gak ada gunanya dibeli. Karena dia akan disitu-situ saja, dan bahkan pada gilirannya bisa terdepak keluar dari bursa atau delisting," ujarnya.

Di masa-masa lebaran, kata Amir ada saham-saham consumer good yang bisa direkomendasikan untuk dikoleksi. Karena, di bulan Ramadhan seperti ini saham-saham consumer good transaksi penjualannya bisa mencapai 50% dalam setahun.

"Misalnya, saham Ramayana Agro Lestari, itu bisa penjualannya selama puasa dan lebaran bisa 50% dari penjualan setahun," tuturnya.

Di tengah pasar saham yang tidak bergairah saat ini, Amir menyarankan bagi para investor untuk bisa mendapatkan cuan dengan mengoleksi saham-saham yang ada di dalam kelompok IDX30 atau LQ45.

Indeks IDX30 merupakan indeks utama (headline index) yang mengukur performa dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamental yang baik.

Adapun saham LQ45 merupakan indeks pasar saham yang terdaftar di BEI yang beranggotakan 45 perusahaan emiten dengan ukuran utamanya adalah likuiditas. Saham-saham LQ45 juga diseleksi dengan kriteria tertentu oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Nah saham apa saja yg harus dibeli, kalau di BEI ada sekelompok saham IDX30 atau 30 saham yang sudah dipilih, itu saham terkenal baik dan sudah teruji paling tidak 10 tahun untuk di pasar dengan kapitalisasi cukup besar," jelas Amir.

Sumber : cnbcindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
BEM FKIP Universitas Narotama Berbagi Alat Permainan Edukatif untuk Tiga Panti Asuhan BEM FKIP Universitas Narotama Berbagi Alat Permainan Edukatif untuk Tiga Panti Asuhan

11 Mei 2021, 09:29:51

Pada bulan Ramadhan 1442 Hijriyah ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UN) Surabaya mengadakan kegiatan yang bernama “Donate & Share”, yakni mengumpulkan donasi berupa uang. Setelah uang terkumpul, kemudian uang tersebut digunakan untuk membeli APE (alat permainan edukatif) yang akan dibagikan ke beberapa tempat. Progam tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membantu anak-anak agar dapat ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News