go green
Recent Issues

KPK Usut Perusahaan Penyedia Bansos Bancakan Juliari

KPK Usut Perusahaan Penyedia Bansos Bancakan Juliari

06 Januari 2021, 09:00:00

Jakarta -- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut daftar rekanan yang memperoleh paket pekerjaan penyaluran bantuan sosial (bansos) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Salah satu rekanan yang didalami penyidik adalah PT Tigapilar Agro Utama (TAU). Perusahaan tersebut merupakan salah satu yang terpilih sebagai penyedia bansos di Kemensos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

"Imanuel Tarigan (Staf PT TAU) diperiksa sebagai saksi untuk Tersangka JPB dkk. Penyidik mendalami keterangan saksi terkait proses awal PT TAU terpilih sebagai penyedia (distributor) bansos di Kemensos," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (5/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 109 rekanan penyedia bansos bahan kebutuhan pokok atau sembako untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Secara total terdapat 14 tahap paket kontrak yang dikerjakan oleh ratusan rekanan tersebut. Masing-masing rekanan mendapat kuota dan nilai paket yang berbeda, mulai dari puluhan juta hingga ratusan miliaran rupiah.

PT TAU mendapat paket pekerjaan di tahap 9, 10, 12 dan 14. Selain perusahaan itu, penyidik KPK sudah lebih dulu memeriksa pihak PT Mandala Hamonangan Sude dan PT Bumi Pangan Digdaya. Dua perusahaan itu termasuk ke dalam 10 besar rekanan yang mendapat kuota jumbo.

Dalam temuan awal, KPK baru menemukan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga telah menyetor fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos kepada Juliari dan pejabat Kementerian Sosial.

PT RPI sendiri merupakan salah satu rekanan penyedia bansos. Mereka terdaftar sebagai rekanan penyedia bansos untuk tahap 10, 11, 12, dan 14 (pengadaan bansos untuk komunitas).

Lembaga antirasuah menduga sejumlah rekanan atau vendor yang ditunjuk Kementerian Sosial tidak laik.

"Siapa mendapat pekerjaan itu, dari mana atau bagaimana dia mendapatkan pekerjaan itu dan apakah dia melaksanakan penyaluran sembako itu atau hanya modal bendera doang; disub-kan. Itu semua harus didalami," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Juliari disebut menerima Rp17 miliar dari dua paket pelaksanaan bansos berupa sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Selain Juliari, komisi antirasuah juga sudah menjerat empat orang lainnya sebagai tersangka yaitu Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial, serta dua orang dari unsur swasta bernama Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Siswa SMK Negeri 2 Surabaya Praktik Kerja Industri di Universitas Narotama Siswa SMK Negeri 2 Surabaya Praktik Kerja Industri di Universitas Narotama

18 Januari 2021, 20:18:33

Dalam rangka untuk menimba ilmu dan menambah wawasan dalam dunia usaha atau industri dari ahlinya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Surabaya mengirimkan 4 (empat) siswanya melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Universitas Narotama (UN) mulai 2 Januari s/d 31 Juni 2021. Mereka dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak kelas XI RPL1. Setelah diterima prakerin di Universitas Narotama, para siswa tersebut bergabung ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....