go green
Recent Issues

Demo Serikat Rakyat Miskin Tolak Omnibus: RIP Hati Nurani DPR

Demo Serikat Rakyat Miskin Tolak Omnibus: RIP Hati Nurani DPR

19 Oktober 2020, 09:00:01

Jakarta -- Massa dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) ikut menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja, Jumat (16/10). Mereka tidak bergabung dalam massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jabodetabek-Banten.

Pantauan CNNIndonesia.com, massa aksi SRMI menggelar aksi demonstrasi depan Gerbang Monas di samping Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mayoritas ibu-ibu yang mengenakan baju berwarna merah.

Mereka juga tampak membawa keranda mayat bertuliskan RIP Hati Nurani DPR. Tolak Omnibus Law.

Tidak hanya itu, di antara mereka juga ada yang berpakaian layaknya Mak Lampir dari Gunung Merapi. Ada pula yang mengaku dukun santet dari Banyuwangi, Banten, hingga Gunung Kidul.

Mereka dibawa untuk melawan UU Cipta Kerja yang dinilai gaib, lantaran draf final UU Cipta Kerja sempat tidak diketahui atau hilang usai disahkan dalam rapat paripurna.

"Coba kawan-kawan, kalahkan gaib yang ada di DPR sekarang," kata orator di atas mobil komando.

Dalam orasinya, orator menyebut jika UU Cipta Kerja bakal menyusahkan rakyat. Mereka merasa UU tersebut justru hanya menguntungkan investor, bukan rakyat kecil.

"Yang diuntungkan kapitalis. Ini kawan-kawan parlemen di sana lebih gila, membuat UU tidak jelas," kata orator.

Sementara massa aksi mahasiswa memusatkan aksi di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka tidak diizinkan mendekat ke Istana Kepresidenan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengaku sengaja menyekat dua massa itu agar tidak bergabung satu sama lain. Massa dari serikat rakyat miskin dan mahasiswa, kata Heru, juga sama-sama tidak mau digabung.

"Ada aliansi keluarga miskin di sisi barat daya, mereka tidak akan kami gabungkan (dengan BEM SI) dan mereka tidak mau digabung," kata Heru.

Dalam mengawal aksi unjuk rasa, aparat menutup sejumlah ruas jalan. Terutama akses menuju Istana Kepresidenan. Akses ditutup oleh pagar berduri hingga beton pembatas.

Ribuan personel TNI dan Polri pun disiagakan guna mengantisipasi kericuhan seperti yang terjadi dalam aksi demo beberapa hari yang lalu.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tiga Mahasiswa Universitas Narotama Bela Tim Juara pada Turnament Futsal Garuda Emas Academy Cup 2020 Tiga Mahasiswa Universitas Narotama Bela Tim Juara pada Turnament Futsal Garuda Emas Academy Cup 2020

26 November 2020, 11:34:19

Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya seperti tidak pernah kehabisan `stok` atlet berbakat untuk cabang olahraga futsal. Satu angkatan telah lulus studi dan kemudian akan muncul lagi penerusnya dengan prestasi yang gemilang. Ketika aktivitas olahraga fisik ditiadakan di kampus karena masa pandemi covid-19, mereka tetap tekun berlatih baik secara mandiri maupun bergabung dengan club di luar kampus. Hasil dari berlatih di luar kampus ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

6 Tanda Ponsel Sudah Harus Diganti
29 November 2020, 09:00:01

6 Tanda Ponsel Sudah Harus Diganti Jakarta,Banyak orang bingung kapan waktu yang tepat untuk mengganti smartphone pribadinya. Pikiran sayang uangnya atau belum butuh ganti selalu menjadi pertimbangan ulang untuk mengganti sebuah handphone atau HP. Tidak masalah kalau .....