go green
Recent Issues

Trump: Saya Mengecam Supremasi Kulit Putih

Trump: Saya Mengecam Supremasi Kulit Putih

17 Oktober 2020, 09:00:01

Jakarta -- Calon presiden petahana Amerika Serikat Donald Trump mengecam supremasi kulit putih. Ia menyatakan hal tersebut dalam town hall meeting, acara pengganti debat capres AS kedua, Kamis malam (15/10).

"Saya mengecam supremasi kulit putih. Saya mengecam supremasi kulit putih selama bertahun-tahun, tetapi Anda selalu memulai dengan pertanyaan," tuturnya kepada moderator NBC saat ditanya terkait hal tersebut dilansir dari CNN, Jumat (16/10).

Dia malah balik menyerang moderator dengan mengatakan "Anda tidak bertanya kepada Joe Biden apakah dia mencela Antifa atau tidak."

Sikap Trump sangat berbeda dari apa yang ia sampaikan dalam debat capres pertama yang dihelat bulan lalu.

Saat itu, ketika moderator debat Chris Wallace bertanya kepada Trump; "apakah Anda siap untuk mengutuk supremasi kulit putih dan meminta mereka mundur selama demonstrasi yang sedang berlangsung di seluruh negeri."

Trump mengaku bersedia meminta mereka mundur namun menegaskan bahwa kekerasan pada protes bukanlah masalah yang disebabkan oleh kaum konservatif.

"Tentu, saya bersedia (memberi tahu mereka untuk mundur), tetapi saya akan mengatakan hampir semua yang saya lihat adalah dari sayap kiri, bukan dari sayap kanan. Saya bersedia melakukan apa saja. Saya ingin melihat perdamaian," kata Trump.

Trump balik bertanya kepada Wallace; "Siapa yang Anda ingin saya kutuk?"

"Proud Boys mundur dan bersiaplah. Tapi aku akan memberitahumu apa. Aku akan memberitahumu apa. Seseorang harus melakukan sesuatu tentang Antifa dan kiri karena ini bukan masalah sayap kanan."

Anggota Proud Boys, kelompok sayap kanan, terlihat mengenakan seragam kaus polo hitam dan kuning di beberapa kampanye Trump.

CNN telah melaporkan tentang bagaimana supremasi kulit putih telah menyamar sebagai kelompok Antifa melalui sebuah akun media sosial, menyerukan kekerasan.

Sebelum diketahui akun tersebut dijalankan oleh supremasi kulit, Donald Trump Jr., putra Presiden, mengarahkan 2,8 juta pengikut Instagram-nya ke akun tersebut sebagai contoh betapa berbahayanya Antifa.

Debat Capres kedua antara Biden dan Trump seharusnya berlangsung hari ini, namun komisi debat membatalkan karena Trump tidak bersedia dengan konsep virtual.

Akhirnya Biden dan Trump membuat acara pengganti. Biden tampil di acara yang serupa di saluran TV ABC.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Ekspor Udang Jadi Primadona saat Pandemi Corona
01 November 2020, 09:00:05

Ekspor Udang Jadi Primadona saat Pandemi Corona Jakarta -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan komoditas udang masih menjadi primadona permintaan global untuk sektor kelautan dan perikanan di tengah pandemi virus corona (covid-19). "Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....