go green
Recent Issues

Dikbud Minta Guru Tak Pukul Rata Cara Mengajar Kala Pandemi

Dikbud Minta Guru Tak Pukul Rata Cara Mengajar Kala Pandemi

16 September 2020, 09:00:37

Jakarta -- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Iwan Syahril menilai guru tidak bisa memukul rata cara mengajar semua siswa di tengah pandemi Covid-19.

"Harus ada yang namanya [mengajar secara] student centered, yang personalisasi, seperti itulah kira-kira. Walaupun dalam konteks yang mungkin berbeda, tapi orientasi cara berpikir betul-betul kita ditempa pada masa Covid. Jadi enggak bisa lagi one size fits all," ucapnya melalui konferensi video, Selasa (15/9).

Selain siswa memiliki kemampuan yang bervariasi, Iwan mengatakan dalam kondisi pandemi situasi dan keterbatasan siswa juga bermacam-macam. Hal ini berdampak pada kemampuan siswa mengakses kegiatan pendidikan.

"Sekarang dengan muridnya ada yang macam-macam kondisi keluarganya di rumah kan. Ada yang dengan gadget, ada yang nggak ada. Ada gadget enggak ada kuota. Atau gadget-nya dipakai ramai-ramai," katanya.

Untuk itu ia mengimbau agar guru berorientasi pada situasi dan kemampuan masing-masing siswa selama pembelajaran. Mengajar di tengah pandemi, katanya, harus berbeda dengan cara guru umumnya yang hanya menggunakan satu metode untuk semua siswa.

Menurutnya, guru juga perlu membawa pendidikan yang holistik, relevan dan bisa diwujudkan pada masa pandemi. Ia mengatakan guru harus mau belajar menggunakan teknologi terbaru untuk membantu proses mengajar.

Iwan menilai upaya ini bisa menjadi lompatan untuk meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kualitas guru sesungguhnya berperan besar dalam capaian pendidikan siswa.

Menurut riset dan teori yang ia telusuri, dampak kualitas guru dan capaian pendidikan siswa dapat dinilai dalam kurun waktu tiga tahun. Jika sebuah kelas diajar guru dengan kualitas baik, capaian pendidikannya bisa meningkat dalam tiga tahun tersebut. Sebaliknya berlaku untuk kelas yang diajar guru dengan kualitas dibawah rata-rata.

"Selama tiga tahun dalam penelitian ini, itu bisa membawa perbedaan hasil belajar murid yang cukup signifikan. Yang satu bisa terus meningkat, yang satu akan drop. Jaraknya bisa sampai 53 percentile points," jelasnya.

Sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan wacananya mengubah kurikulum pada 2021. Harapannya, kurikulum baru bisa mendorong guru mengidentifikasi siswa dan mengajar sesuai kemampuan mereka.

Namun langkah Nadiem memperbaiki kurikulum sebelum memperbaiki kualitas guru dinilai kurang tepat. Pengamat pendidikan berpendapat kurikulum baru kerap tak sampai target, karena guru tak mampu menerjemahkan cara belajar yang dimaksud kurikulum.

Pendapat ini disetujui Ketua Tim Perumus dan Pengembang Kurikulum 2013 Said Hamid Hasan yang menilai pembelajaran di sekolah tak sesuai harapan kurikulum susunannya, karena guru gagal paham mempraktekkan Kurikulum 2013.

"Itu [evaluasi] langkah paling baik. Kita lihat kelemahannya pada implementasi. Saya pergi ke sekolah SD di Subang, itu masih dekat Jakarta. Ada SD negeri yang gurunya cuma satu. Belum lagi di daerah lain. Itu kan jadi persoalan," ujarnya, Selasa (8/9).

Sumber :cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Gladi Kotor Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 Universitas Narotama Gladi Kotor Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 Universitas Narotama

21 Oktober 2020, 10:36:25

Dalam rangka pelaksanaan Wisuda Sarjana ke 49 – 50 dan Magister ke 37 – 38 Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya yang akan diselenggarakan secara daring (online) pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 08.00 WIB – Selesai, tempat H.R. Djoko Soemadijo Hall di Jl. Arief Rachman Hakim No.51 Sukolilo, Surabaya. Telah dilakukan kegiatan Gladi Kotor pada Selasa (20/10/2020) pukul 13.00 WIB-selesai, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS
21 Oktober 2020, 09:00:03

Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS Jakarta -- Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Salvador Cienfuegos ditangkap di Amerika Serikat. Dia ditangkap atas tuduhan yang dirahasiakan, Kamis (15/10). Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan Cienfuegos ditangkap di di .....

Syarat Pendaftaran JPS Kemnaker
21 Oktober 2020, 09:00:03

Syarat Pendaftaran JPS Kemnaker Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meluncurkan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja, yakni Jaring Pengaman Sosial (JPS). Tujuannya, meringankan beban masyarakat dan pekerja yang terdampak pandemi covid-19. "Pandemi covid-19 tidak hanya .....

Menakar Nasib Telkom yang Akan Garap Bisnis Big Data
21 Oktober 2020, 09:00:03

Menakar Nasib Telkom yang Akan Garap Bisnis Big Data Jakarta,Jakarta, Rencana investasi Telkom Group ke depan disebut tak hanya fokus pada jaringan infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan pelat merah di bidang telekomunikasi tersebut akan mengembangkan bisnis digital dan akan berinvestasi di .....