go green
Recent Issues

Kejagung Periksa 8 Pejabat Internal terkait Djoko Tjandra

Kejagung Periksa 8 Pejabat Internal terkait Djoko Tjandra

30 Juli 2020, 09:00:01

Jakarta -- Kejaksaan Agung memeriksa sejumlah pejabat dan pegawai kejaksaan terkait polemik terpidana kasus korupsi cessie Bank Bali, Djoko Tjandra. Total ada delapan orang di internal Korps Adyakhsa yang diperiksa dan dimintai klarifikasi.
"Yang sudah dimintai keterangan sebanyak delapan orang pihak internal, pegawai kejaksaan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).

Pemeriksaan itu dilakukan Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung dalam beberapa hari terakhir. Hari menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mencari dan menemukan bukti awal dugaan pelanggaran disiplin dan etika yang dilakukan pegawai kejaksaan.

Nantinya, kata dia, apabila ditemukan bukti awal yang memadai, maka pihak kejaksaan akan meningkatkan pemeriksaan ke tahap selanjutnya. Sebaliknya jika tidak ada, maka pengusutan dihentikan.

"Jika dalam klarifikasi tersebut ditemukan bukti awal maka tahapan berikutnya akan ditingkatkan menjadi inspeksi kasus. Namun jika tidak terdapat cukup bukti maka akan dihentikan," kata Hari.

Dia menjelaskan, klarifikasi itu sendiri dilakukan terkait dengan rekaman video pertemuan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriyanta. Video tersebut viral di media sosial.

Kemudian, juga terkait foto seorang oknum Jaksa di lingkungan Kejaksaan Agung yang berfoto bersama terpidana Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking. Foto itu diduga dilakukan di Malaysia.

Adapun para pejabat kejaksaan yang telah diperiksa selain Anang Supriatna adalah Kasi Pisdus Jaksel, Kasi Intel Jaksel, salah satu jaksa senior Kejagung, salah seorang petugas piket, Aspidsus dan Asintel Kejati DKI Jakarta, atasan langsung jaksa perempuan yang bertemu Anita.

Selain itu, Hari menerangkan sebelumnya Kejagung sudah memeriksa Anita terkait masalah kliennya.

"Hasil klarifikasi akan segera disampaikan ke publik jika sudah selesai dilaksanakan," kata dia.

Untuk diketahui, Anita Kolopaking sendiri telah mengakui pernah bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nanang Supriatna. Namun, dia mengklaim pertemuannya tidak membahas kasus Djoko Tjandra.
Anita membantah pertemuannya itu untuk melakukan lobi agar langkah Peninjauan Kembali (PK) yang ditempuh kliennya berjalan mulus.

"Enggak apa-apa Pak Anang, ketemu dengan Pak Anang enggak apa-apa itu kan teman, eh maksudnya Pak Anang itu adalah mitra, beliau adalah jaksa, saya adalah profesi sebagai advokat," kata dia usai pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/7).

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen
28 Oktober 2020, 09:00:20

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....