go green
Recent Issues

GrabFood Jadi Kunci Eksis Kopi Sunyi dan Bantu Para Difabel

GrabFood Jadi Kunci Eksis Kopi Sunyi dan Bantu Para Difabel

28 Juli 2020, 09:00:00

Jakarta -- Kopi Sunyi merupakan kedai yang terkenal ramah bagi para difabel. Betapa tidak, konsep kedai kopi kekinian yang ramai dikunjungi anak muda ini seluruhnya mempekerjakan para difabel.

Pemilik kedai Mario mengatakan semua yang ada di Kopi Sunyi melibatkan teman difabel, mulai dari menu sampai desain interior.

"Semua yang di Kopi Sunyi dari juru parkir, barista, chef, media sosial itu teman-teman difabel. Kita juga partner bareng 30 komunitas Jakarta," ujar Mario.

Ia bercerita, awal merintis bisnis ini tidak semudah membuka kedai kopi pada umumnya.

"Dari awal mau bikin Kopi Sunyi udah susah. Sulit sekali cari mentor, untuk jadi social-entrepreneur. Pas cari partner, dengar mau bikin tempat ngopi yang pekerjanya semua difabel, mereka tertawa. Dibilang, Idenya berlebihan, Indonesia belum siap, kata mereka," kenang Mario.

Tapi itu tak membuat Mario berhenti terus usaha. Dia optimistis suatu saat membuka kedai yang bisa memberdayakan teman-teman difabel di sekelilingnya. Mario mulai dengan mempelajari bahasa isyarat, braille, sampai ngumpul bareng difabel.

"Mereka orang yang selalu berjuang, ketika ada orang yang mau menolong, tentunya mereka berhati-hati. Makanya begitu kita udah temenan dan tahu isi hati masing-masing, baru aku tanyain, apa mereka mau bantu kalau aku membuat usaha untuk mereka," ujarnya.

Benar saja, tak lama kemudian ia berhasil mendirikan kedia kopi yang punya menu andalan Es Kopi Susu Sunyi itu. Namun ada saja kejadian tak terduga sesaat setelah Kopi Sunyi dibuka.

"Oh, banyak cerita. Secara marketing kan kita nggak pernah sebut kita coffeeshop difabel, hanya Kopi Sunyi yang penuh harapan. Nah, pernah ada pelanggan datang ngomel, Barista lemot ditanya nggak jawab!"

"Lalu kami jawab, Maaf, Pak, ada tulisannya di sini. Pelanggan mungkin ngerasa nggak enak, langsung menjawab Ooh, maaf maaf saya nggak tahu.

Dari kejadian itu, sekarang mereka malah sahabatan. Pelanggan sering jemput barista buat main game bareng. Bahkan mereka sampai bikin komunitas game.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, Mario mengaku penjualan memang sempat terhenti. Tapi ia tetap mengedukasi teman-teman di Kopi Sunyi untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan, sekaligus membiasakan mereka untuk menjalankan bisnis kopi dengan Grab.

"Mereka bisa jadi duta buat sesama teman difabel, apalagi akses informasi mereka terbatas. Mereka sempat tanya, "Apa itu lockdown?". Jadi sampai hari ini masih terus edukasi, termasuk bagaimana mengubah offline jadi online pakai GrabFood supaya Kopi Sunyi bisa #TerusUsaha dan bisa donasi, bantu difabel lainnya yang kesulitan saat ini," ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen
28 Oktober 2020, 09:00:20

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....