go green
Recent Issues

Editor Metro TV Positif Narkoba, Diduga Pemicu Bunuh Diri

Editor Metro TV Positif Narkoba, Diduga Pemicu Bunuh Diri

30 Juli 2020, 09:00:01

Jakarta -- Editor Metro TV, Yodi Prabowo positif narkoba berdasarkan sejumlah pemeriksaan saintifik oleh tim forensik kepolisian terhadap jasadnya.

"Hasil screening (penyaringan) narkoba, di dalam urine (Yodi) kami temukan amphetamine positif," kata Dokter Spesialis Forensik Instalasi Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Kramat Jati Jakarta Timur, Arif Wahyono di Polda Metro Jaya, Sabtu (25/7).

Amphetamine adalah zat yang biasa ada di dalam narkoba jenis tertentu. Sementara Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebut Yodi adalah pernah memakai narkoba berdasarkan pemeriksaan itu.

"Kalau sudah diperiksa (positif) amphetamine berarti dia pakai," kata Tubagus.

Meski demikian, dia belum dapat memastikan sejak kapan Yodi menggunakan barang haram tersebut. Hanya saja, menurut dia, penggunaan narkotika itu turut berperan dalam dugaan bunuh diri yang dilakukan dirinya.

Tubagus sempat menjelaskan bahwa Yodi diduga melakukan bunuh diri karena diduga mengalami depresi.

Dugaan tersebut berdasarkan penyelidikan bahwa korban sempat mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) untuk melakukan konsultasi dengan dokter ahli kelamin dan kulit.

Dia pun melanjutkan hasil konsultasi itu dengan melakukan tes kesehatan terkait penyakit human immunodeficiency viruses (HIV). Namun dia belum sempat mengambil kembali hasil tes tersebut .

"Meningkatkan keberanian yang luar biasa, jangan pernah bandingkan pemikiran orang normal dengan orang tak normal (pengguna amphetamine)," kata Tubagus dia.

Hal lain yang memperkuat dugaan Yodi bunuh diri adalah polisi tidak dapat menemukan jejak keterlibatan orang lain selama dua pekan menjalani penyelidikan.

Dia merujuk pada hasil pemeriksaan sejumlah barang-barang yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) oleh penyidik. Beberapa diantaranya seperti helm, motor, handphone, bahkan hingga pisau yang diduga digunakan untuk melukai korban.

Semua barang itu, kata dia, hanya memperlihatkan sidik jari dan DNA milik Yodi Prabowo. Untuk meyakinkan hal itu, Tubagus mengatakan bahwa penyidik telah pengujian kepada orang-orang di sekeliling korban.

"(Hasilnya) Tidak ada yang identik dengan apa yang tertinggal di TKP. Semuanya adalah milik korban," lanjut dia.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen
28 Oktober 2020, 09:00:20

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....