go green
Recent Issues

Sakit Gagal Ginjal, Sipon Akui Manfaat JKN-KIS

Sakit Gagal Ginjal, Sipon Akui Manfaat JKN-KIS

24 Mei 2020, 09:00:06

Jakarta -- Berada di atas ranjang di Hemodialisa Room di salah satu rumah sakit Kabupaten Lumajang, Sipon menuturkan kisah perjuangannya melawan sakit gagal ginjal. Ia yang telah menderita sakit itu selama empat tahun, merasa tertolong oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Tiga tahun saya menjalani HD yang dijamin oleh BPJS Kesehatan melalui program JKN-KIS. Entah apa yang terjadi, mungkin kami yang di sini sudah tutup usia sejak kami tak sanggup membiayai sendiri untuk pengobatan penyakit gagal ginjal," kata Sipon.

Pria 55 tahun itu berkata, dirinya sempat berobat dengan biaya pribadi selama satu tahun. Setiap berobat, ia harus mengeluarkan uang Rp800 ribu sampai Rp1 juta lebih. Padahal, dalam seminggu ia berobat tiga kali.

Terpaksa menjual sawah, Sipon hampir putus asa membiayai pengobatan. Atas saran seorang sanak saudara, ia dan istri lantas pergi ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk mendaftar jadi peserta JKN-KIS segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 1.

"Saat daftar itu pelayanan yang diberikan baik sekali, kami diberikan informasi dengan sangat jelas dan bahkan di sini saya tersadar, ketika petugas memberikan informasi bahwa premi yang dibayarkan ini berdasarkan gotorng-royong. Wah, malu saya mbak. Kenapa tidak saat sebelum sakit saja saya mendaftar? Berarti nanti saya berobat selain dari iuran saya dan keluarga, saya dibantu oleh iuran peserta lainnya," tutur Sipon.

Ia menyebut merasakan peningkatan pelayanan, baik dari BPJS Kesehatan maupun fasilitas kesehatan. Terlebih, dengan sistem pemangkasan atau simplifikasi pelayanan HD yang mempermudah pasien, yakni dengan pendaftaran sidik jari tanpa harus memperbarui rujukan tiga bulan sekali dari FKTP. Sipon merasa dimudahkan.

"Apalagi kalau jarak rumah jauh ya. Kalau begini, HD sudah terjadwal, tinggal datang saja ke RS terus sidik jari sudah, tidak perlu ada rujukan berulang. Pelayanan baik, manfaat yang didapatkan jauh dibandingkan dengan iuran yang kita bayarkan. Semoga Program JKN terus ada dan memberikan pelayanan terbaiknya," kata Sipon.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen
28 Oktober 2020, 09:00:20

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....