go green
Recent Issues

Palarungan Jenazah ABK WNI, Kemenlu RI Akan Panggil Dubes Cina

Palarungan Jenazah ABK WNI, Kemenlu RI Akan Panggil Dubes Cina

07 Mei 2020, 09:00:15

Kemenlu RI bakal mengklarifikasi terkait dugaan eksploitasi terhadap ABK asal Indonesia di kapal berbendera Cina tersebut.


Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI akan memanggil Duta Besar Cina untuk meminta penjelasan tentang alasan pelarungan sejumlah jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal ikan Long Xin 629 dan Long Xin 604.

Kemenlu RI juga bakal mengklarifikasi terkait dugaan eksploitasi terhadap ABK lainnya di kapal berbendera Cina tersebut.

"Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenasah [apakah sudah sesuai dengan Ketentuan ILO] dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI) Judha Nugraha dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Kamis (7/5/2020).

ILO Seafarerís Service Regulation mengatur prosedur pelarungan jenazah (burial at sea). Dalam ketentuan ILO disebutkan bahwa kapten kapal dapat memutuskan untuk melarungkan jenazah karena beberapa kondisi, antara lain jenazah meninggal karena penyakit menular atau kapal tidak memiliki fasilitas penyimpanan jenazah sehingga dapat berdampak pada kesehatan di atas kapal

kemenlu RI beserta lembaga terkait sebelum telah memanggil jasa keagenan awak kapal untuk memastikan pemenuhan hak-hak ABK WNI. Kemenlu juga telah menginformasikan perkembangan kasus kepada pihak keluarga masing-masing ABK.

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, tiga ABK asal Indonesia meninggal di di kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604 saat berlayar di Samudera Pasifik.

Kapten kapal mengklaim keputusan melarungkan jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan atas persetujuan seluruh ABK. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi atas kasus tersebut.

Dalam penjelasan kepada KBRI Beijing, Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan pelarungan itu dilakukan sesuai aturan kelautan internasional untuk menjaga kesehatan awak kapal lainnya.

Sumber: Antara Penulis: Gilang Ramadhan Editor: Rio Apinino

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen ‚Äď Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik ‚ÄúPersonal Finance‚ÄĚ. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu
29 Oktober 2020, 09:00:00

MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu Jakarta -- Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pengujian Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang menyoal partai politik lokal Papua menjadi peserta pemilihan umum (pemilu). Hakim konstitusi Arief Hidayat .....

Kebanyakan Ambil Batu Besar Asteroid Bennu, Wahana NASA Bocor
29 Oktober 2020, 09:00:00

Kebanyakan Ambil Batu Besar Asteroid Bennu, Wahana NASA Bocor Jakarta,Jakarta, Wahana antariksa NASA, Osiris-Rex mengalami kebocoran saat mengambil sampel di asteroid Bennu yang berjarak sekitar 320 juta kilometer dari Bumi. Kebocoran ini terjadi karena Osiris-Rex melalui Touch-And-Go Sample Acquisition Mechanism .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....