go green
Recent Issues

Wagub Minta Perusahaan di Jabar Akomodir Kuota Pekerja Difabel 1 Persen

Wagub Minta Perusahaan di Jabar Akomodir Kuota Pekerja Difabel 1 Persen

13 Maret 2020, 09:00:01

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta perusahaan di Jawa Barat mengakomodir kaum difabel untuk bekerja dan memenuhi kuota 1 persen dari jumlah tenaga kerja.

Untuk diketahui, berdasarkan pasal 53 ayat 1 dan 2 Undang-Undang No 8 Tahun 2016 Tentang Disabilitas, kaum difabel berhak mendapatkan kuota untuk bekerja.
Dalam ayat satu dijelaskan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen dan di ayat dua disebutkan perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen dari jumlah pegawai atau pekerja. "Harapan kami pihak swasta bisa mengakomodir sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing," ujar Uu usai menghadiri Pameran dan Pentas Seni SLB BC Purnama Cipanas bertajuk Difabel Milenial di Era Kreatifitas di Cipanas Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3/2020).

Menurut Uu, kaum difabel tidak kalah dengan pegawai yang memiliki fisik sempurna, bahkan tidak sedikit yang berkompetensi di bidang teklonogi, musik dan lainnya. "Dari perusahaan juga harus legowo, walau memang awalnya tidak maksimal dibandingkan buruh lainnya, tetapi jika terus dibina saya yakin mereka juga sama baiknya. Dan memang sudah ada aturannya, sehingga harus menerima kaum difabel sesuai kuota yang ditentukan," ujar Uu.

Rencananya, Pemprov juga akan memanggil perusahaan di Jabar untuk mendata berapa persen perusahaan yang sudah menjalankan aturan untuk mengakomodir kaum difabel dan berapa kuota yang terpenuhi. "Saya akan panggil mereka sudah memenuhi atau belum. Ada aturan di Indonesia, perusahaan harus mengikuti," tegasnya.

Selain meminta mendorong membuka lapangan kerja untuk kaum difabel, Wagub juga meminta agar lembaga pendidikan seperti SLB untuk bisa mengarahkan para siswanya agar kreatif, inovatif, da mampu berwirausaha.

Sebab selain dari bekerja, mereka juga bisa mencari pendapatan dan mandiri melalui bidang ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan keahlian. Oleh karena itu perlu kejelian dan ketekunan dari tenaga pengajar untuk menggali dan memaksimalkan minat dan keahlian tersebut. "Jadi bagaimana caranya keahlian itu bisa tergali sehingga ke depannya menjadi kompetensi keahlian di bidang ekonomi kreatif. Mereka juga akan bisa mendapat penghasilan sendiri serta lebih mandiri, tidak terus bergantung pada berbagai pihak ataupun keluarga. Nanti dari Pemprov juga akan berperan dalam hal itu," pungkasnya.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu
29 Oktober 2020, 09:00:00

MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu Jakarta -- Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pengujian Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang menyoal partai politik lokal Papua menjadi peserta pemilihan umum (pemilu). Hakim konstitusi Arief Hidayat .....

Kebanyakan Ambil Batu Besar Asteroid Bennu, Wahana NASA Bocor
29 Oktober 2020, 09:00:00

Kebanyakan Ambil Batu Besar Asteroid Bennu, Wahana NASA Bocor Jakarta,Jakarta, Wahana antariksa NASA, Osiris-Rex mengalami kebocoran saat mengambil sampel di asteroid Bennu yang berjarak sekitar 320 juta kilometer dari Bumi. Kebocoran ini terjadi karena Osiris-Rex melalui Touch-And-Go Sample Acquisition Mechanism .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....