go green
Recent Issues

Baru Saja Mundur, Mahathir Kini Ajukan Diri Jadi Kandidat PM Baru Malaysia

Baru Saja Mundur, Mahathir Kini Ajukan Diri Jadi Kandidat PM Baru Malaysia

01 Maret 2020, 09:00:01

Pergolakan politik di Malaysia terus bergulir tanpa henti. Mahathir Mohamad, yang baru saja mengundurkan diri, tiba-tiba menawarkan diri untuk menjadi kandidat Perdana Menteri (PM) baru. Koalisi Pakatan Harapan (PH) juga telah menyatakan dukungan untuk Mahathir.
Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (29/2/2020), Mahathir yang kini menjabat PM interim Malaysia, menyatakan dirinya siap untuk menjadi kandidat PM baru Malaysia. Diketahui bahwa awal pekan ini, Mahathir mengajukan pengunduran diri dari jabatan PM yang dipegangnya sejak pemilu 2018. "Saya meyakini bahwa saya memiliki dukungan mayoritas di parlemen untuk menjadi Perdana Menteri selanjutnya dan saya tidak akan bekerja dengan kleptokrat UMNO (Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu)," tegas Mahathir dalam pernyataannya.
Pernyataan ini disampaikan Mahathir setelah Muhyiddin Yassin selaku Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia atau Partai Bersatu yang didirikan dirinya, menyatakan dirinya mendapat dukungan penuh dari 36 anggota parlemen dari Partai Bersatu untuk menjadi kandidat PM yang baru.
Muhyiddin juga mendapat dukungan penuh dari partai-partai oposisi seperti Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) -- yang menaungi eks PM Malaysia Najib Razak yang terjerat skandal korupsi, kemudian Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Asosiasi China Malaysia (MCA), dan Kongres India Malaysia (MIC). Dengan dukungan oposisi di parlemen, Muhyiddin sedikit lebih unggul dari Anwar Ibrahim, yang sebelumnya dicalonkan koalisi PH untuk menjadi kandidat PM baru.
Dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (29/2) waktu setempat, Mahathir menegaskan dirinya tidak menandatangani deklarasi apapun untuk mendukung individu mana pun. Mahathir bermaksud menyangkal pernyataan yang menyebut dirinya mendukung Muhyiddin sebagai kandidat PM baru.
Penegasan yang disampaikan Mahathir ini menjadi bukti kuat bahwa Mahathir berupaya menjauhkan diri dari pernyataan Partai Bersatu soal dukungan penuh untuk Muhyiddin. Terlebih setelah diketahui bahwa Muhyiddin juga mendapat dukungan dari UMNO, yang merupakan bekas partai Mahathir.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu
29 Oktober 2020, 09:00:00

MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu Jakarta -- Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pengujian Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang menyoal partai politik lokal Papua menjadi peserta pemilihan umum (pemilu). Hakim konstitusi Arief Hidayat .....

Kebanyakan Ambil Batu Besar Asteroid Bennu, Wahana NASA Bocor
29 Oktober 2020, 09:00:00

Kebanyakan Ambil Batu Besar Asteroid Bennu, Wahana NASA Bocor Jakarta,Jakarta, Wahana antariksa NASA, Osiris-Rex mengalami kebocoran saat mengambil sampel di asteroid Bennu yang berjarak sekitar 320 juta kilometer dari Bumi. Kebocoran ini terjadi karena Osiris-Rex melalui Touch-And-Go Sample Acquisition Mechanism .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....