go green
Recent Issues

RI-Australia Genjot Pelaksanaan IA-CEPA dalam 100 Hari

RI-Australia Genjot Pelaksanaan IA-CEPA dalam 100 Hari

14 Februari 2020, 09:00:00

Jakarta -- Indonesia dan Australia akan menggenjot pelaksanaan kesepakatan perdagangan bebas IA-CEPA dalam waktu 100 hari. Rencana percepatan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison Senin (10/2) pagi.

Jokowi mengatakan percepatan pelaksanaan tersebut salah satunya akan dilakukan dengan melaksanakan Australia Business Week yang dipimpin Menteri perdagangan Australia di Indonesia. Selain itu, percepatan juga akan dilaksanakan dengan kunjungan sejumlah perusahaan besar Australia ke Indonesia dan kerja sama pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia oleh Australia.

"Tadi sudah disampaikan Perdana Menteri Scott Morisson mengenai akan dibukanya Monash University di Indonesia," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (10/2).

Indonesia dan Australia meneken kesepakatan perdagangan bebas IA-CEPA pada Maret 2019 lalu. Perjanjian ini akan menghilangkan 100 persen tarif impor Indonesia dan 94 persen tarif Australia secara bertahap.

Kesepakatan perdagangan bebas tersebut menyangkut beberapa bidang, seperti, industri otomotif, tekstil, elektronik , obat-obatan, pertanian, pertambangan dan kesehatan.

Melalui IA-CEPA , Jokowi berharap Indonesia dan Australia dapat menjadi mitra penting, antara lain di bidang investasi untuk infrastruktur dan juga di bidang pendidikan.

"Di luar IA-CEPA kita juga membahas kemitraan kedua negara dalam konteks Indo-Pacific. Kita mengharapkan bahwa stabilitas perdamaian, kesejahteraan secara merata dapat terus tercipta dan terjaga di kawasan Indo-Pacific," ujarnya.

Sementara Morisson berharap IA-CEPA bisa meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Australia. Ia berharap integrasi ekonomi kedua negara dapat mendatangkan pertumbuhan yang kuat selama kurang lebih sepuluh tahun ke depan.

"Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi yang paling besar di seluruh dunia. Dari kesepakatan yang saling menguntungkan ini akan memastikan bahwa ekonomi kita akan saling terkait selama beberapa lama ke depannya," ujar Morrison.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Gladi Kotor Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 Universitas Narotama Gladi Kotor Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 Universitas Narotama

21 Oktober 2020, 10:36:25

Dalam rangka pelaksanaan Wisuda Sarjana ke 49 – 50 dan Magister ke 37 – 38 Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya yang akan diselenggarakan secara daring (online) pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 08.00 WIB – Selesai, tempat H.R. Djoko Soemadijo Hall di Jl. Arief Rachman Hakim No.51 Sukolilo, Surabaya. Telah dilakukan kegiatan Gladi Kotor pada Selasa (20/10/2020) pukul 13.00 WIB-selesai, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS
21 Oktober 2020, 09:00:03

Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS Jakarta -- Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Salvador Cienfuegos ditangkap di Amerika Serikat. Dia ditangkap atas tuduhan yang dirahasiakan, Kamis (15/10). Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan Cienfuegos ditangkap di di .....

Syarat Pendaftaran JPS Kemnaker
21 Oktober 2020, 09:00:03

Syarat Pendaftaran JPS Kemnaker Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meluncurkan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja, yakni Jaring Pengaman Sosial (JPS). Tujuannya, meringankan beban masyarakat dan pekerja yang terdampak pandemi covid-19. "Pandemi covid-19 tidak hanya .....

Menakar Nasib Telkom yang Akan Garap Bisnis Big Data
21 Oktober 2020, 09:00:03

Menakar Nasib Telkom yang Akan Garap Bisnis Big Data Jakarta,Jakarta, Rencana investasi Telkom Group ke depan disebut tak hanya fokus pada jaringan infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan pelat merah di bidang telekomunikasi tersebut akan mengembangkan bisnis digital dan akan berinvestasi di .....