go green
Recent Issues

Pengamat: Korupsi Alquran "Memukul" Partai Golkar

Pengamat: Korupsi Alquran

09 Juli 2012, 08:22:40

Tri Kurniawan - Okezone
Senin, 9 Juli 2012 06:34 wib

Ketua Umum Partai Gokar, Aburizal Bakrie (Foto: Dok. Okezone)
JAKARTA - Korupsi anggaran pengadaan Alquran di Kementrian Agama kembali menyeret kader partai politik. Pengamat Politik, AS Hikam, mengatakan, korupsi Alquran sangat memukul citra Partai Golkar di mata masyarakat.

"Yang jelas yang paling menerima resiko yang sudah ada jadi tersangka itu Partai Golkar," kata dia saat dihubungi Okezone, Minggu (8/7/2012).

Menurutnya, saat ini korupsi Alquran tidak terlalu berimbas bagi partai yang berazas Islam. Buruknya citra Partai Golkar di masyarakat lantaran kasus ini terbukti dengan adanya singkatan sindiran bagi partai berlambang pohon beringin ini. "Sampai ada singkatan Golongan Korupsi Alquran (Golkar)," ungkapnya.

Menurutnya, partai Islam memang tidak menutup kemungkinan akan mendapat dampak buruk jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar lebih jauh kasus korupsi anggaran pengadaan Alquran.

"Partai lain seperti PPP bisa saja terlibat. Kalau PKS kayanya tidak. Tinggal kita lihat saja KPK," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat percaya pada KPK mampu menangani kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, lembaga pimpinan Abraham Samad itu tidak perlu didesak-desak. Kendati demikian, bukan berarti kinerja KPK harus lepas dari pantauan masyarakat.

"Saya yakin KPK dengan disorot publik pasti melakukan sesauatu tapi kita tidak tahu strategi KPK," tambahnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Politikus Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar yang merupakan anggota Komisi VIII DPR dan putranya yang menjabat Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia, Dendy Prasetya, sebagai tersangka.

Ayah dan anak itu diduga menerima suap terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Alquran di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama pada tahun 2011 dan 2012 dan proyek pengadaan laboratorium komputer di Madrasah Tsanawiyah tahun 2011.

Nilai anggaran dalam proyek pengadaan laboratorium komputer di Madrasah Tsanawiyah Rp31 miliar. Sedangkan nilai anggaran untuk pengadaan Alquran pada tahun 2011 sekira Rp20 miliar. Zulkarnaen dan Dendy diduga menerima suap sekitar Rp4 miliar. Masing-masing sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
(trk)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Yemen`s Team Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama Ke-39 Yemen`s Team Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama Ke-39

24 Januari 2020, 02:13:10

Yemen`s Team tampil sebagai Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama (UNNAR) Ke-39 setelah unggul atas tim Gacor FC dalam pertandingan final yang berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2020 di lapangan futsal UNNAR. Penyerahan hadiah untuk para juara dilakukan oleh Presiden UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP, yang juga dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan, Alumni & Tracer ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tips Aman Bertransaksi dengan Mobile dan Internet Banking
26 Januari 2020, 09:00:13

Tips Aman Bertransaksi dengan Mobile dan Internet Banking Jakarta -- Aspek keamanan transaksi kembali menjadi sorotan usai kasus pembobolan rekening dan kartu kredit yang menimpa wartawan senior Ilham Bintang beberapa waktu terakhir. Melalui akun Facebooknya, Ilham bercerita dirinya rugi .....