go green
Recent Issues

Berlaga di Olimpiade-Parlemen, Wanita Afghanistan Ini Kini Ketuai Federasi Atletik

Berlaga di Olimpiade-Parlemen, Wanita Afghanistan Ini Kini Ketuai Federasi Atletik

12 Januari 2020, 09:00:04

Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh asosiasi atletik Afghanistan, ANAF, Robina Jalali berhasil dengan suara mayoritas untuk menjadi pemimpin federasi dalam jangka waktu empat tahun. Robina Jalali menjadi pemenang mutlak yang mengantongi 30 suara.
Jalali adalah atlet perempuan Afghanistan pertama setelah jatuhnya rezim Taliban yang berpartisipasi dalam olimpiade. Dia mewakili Afghanistan di olimpiade dua kali, tahun 2004 dan 2008.
Ia juga menjabat sebagai wakil urusan perempuan di Komite Olimpiade Nasional Afghanistan dan juga mewakili masyarakat Kabul di Parlemen Afghanistan.
Robina Jalali adalah seorang perempuan Afghanistan yang tidak biasa. Terakhir kali ia tampil di dunia olahraga untuk negaranya adalah di Olimpiade Beijing- sebagai pelari cepat. Tak hanya di dunia olahraga, ia pun berlaga untuk pemilu parlemen, meskipun kenekatannya untuk berperan besar di sektor publik selalu menempatkannya di bawah ancaman.
Di Afghanistan, perempuan masih mengalami masalah untuk berperan besar di sebagian sektor publik. Nilofar Rahmani pernah dirayakan sebagai simbol pembebasan Afghanistan. Namun pilot perempuan pertama asal Hindu Kush itu meminta suaka ke Amerika Serikat. Ia mengklaim mendapat ancaman pembunuhan lantaran profesinya.
Perempuan Afghanistan kembali memperoleh hak mendapat pendidikan, mengikuti pemungutan suara dan hak untuk bekerja sejak tergulingnya Taliban tahun 2001. Tapi menurut berbagai riset, Afghanistan tetap menjadi salah satu kawasan terburuk di dunia bagi perempuan.
Media Zainul Bahri, dosen Studi Agama-Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan terpilihnya Jalali menunjukkan bahwa perempuan punya hak menjadi pemimpin publik, "Menurut Islam, laki-laki dan perempuan merupakan sama-sama diciptakan dari unsur yang unsur, perempuan dan laki-laki sama-sama terlibat dalam drama kosmis, ketika Adam dan Hawa/Eva sama-sama bersalah, menyebabkan mereka jatuh ke bumi. Perempuan dan laki-laki sama-sama punya potensi yang sama meraih prestasi di bumi dan sama-sama punya potensi yang sama mendapat ridha Tuhan dan hak mendapat surga sehingga keduanya berhak menjadi pemimpin publik."
Anggota parlemen lain, Hawa Nooristani pernah ditembak ketika berkampanye di distrik asalnya, Nooristan.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Masuk dalam Webometric Worldranking January 2021, Top Universities by Citations in Top Google Scholar Profiles Universitas Narotama Masuk dalam Webometric Worldranking January 2021, Top Universities by Citations in Top Google Scholar Profiles

25 Januari 2021, 13:03:17

Universitas Narotama (UN) Surabaya masuk peringkat 38 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari 4.615 Perguruan Tinggi se-Indonesia berdasarkan data ranking dunia Transparent Ranking: Top Universities by Citations in Top Google Scholar profiles yang dirilis oleh Ranking Web Universities of Webometrics periode Januari 2021. Peringkat 38 PTN dan PTS se-Indonesia tersebut telah menempatkan Universitas Narotama pada peringkat 9 ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....