go green
Recent Issues

Banjir Lahat, Operasional Kereta Lintas Sumatera Putus 7 Jam

Banjir Lahat, Operasional Kereta Lintas Sumatera Putus 7 Jam

13 Januari 2020, 09:00:02

Palembang -- Banjir yang terjadi Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan sempat mengganggu operasional kereta api lintas Sumatra selama tujuh jam, Kamis (9/1).

Tinggi muka air yang sempat mencapai empat meter menyebabkan kereta api baru bisa beroperasi pada sore harinya.


Manajer Humas Divisi Regional III Palembang PT Kereta Api Indonesia (KAI) Aida Suryanti mengatakan, KA Bukit Serelo trayek Lubuk Linggau-Lahat sempat terganggu aktivitasnya karena rel terendam banjir.


"Jalur kereta yang terdampak di Lahat memang setinggi jalan raya kemarin saat pagi hingga siang. Sore bisa beroperasi lagi karena banjir sebagai dampak luapan air sungai sudah mulai surut," ujar Aida, Jumat (10/1).


Aida mengatakan banjir menggenangi dua titik di petak jalan Bungamas-Sukaraja, yakni kilometer 461-462 dan 460 sampai +5/0.

Saat air bah mulai surut, Aida mengatakan petugas langsung membershkan jalur agar kereta bisa melintas kembali. Petugas pun melakukan perbaikan dan perawatan terhadap rel agar operasional kereta api tidak terganggu.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dengan banjir karena PT KAI selalu mengutamakan keselamatan penumpang dalam perjalanan, termasuk antisipasi dampak banjir.


Sementara itu Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori berujar, saat ini banjir di sebagia wilayah Lahat sudah berangsur surut. Longsoran material akibat tanah longsor yang sempat menutup jalur utama Lahat-Pagar Alam sudah dibersihkan dan lalu lintas kembali normal.


"Saat ini masyarakat bersama petugas sedang membersihkan sampah-sampah yang terbawa air di sekitar rumah mereka. Kita juga sudah mendirikan posko dapur umum dan fasilitas kesehatan untuk warga," tutur Ansori.


Untuk ketersediaan air bersih, beberapa warga masih bisa mengandalkan air PDAM yang masih lancar mengalir sementara untuk warga di pedalaman masih memanfaatkan air sungai. Belum ada permintaan bantuan air bersih kepada pemerintah sehingga BPBD pun belum mengirimkan truk tangki air.


Sementara untuk 12 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya dibawa hanyut banjir, sementara tinggal di tempat sanak saudaranya. Akibatnya, BPBD Sumsel pun hanya mendirikan posko kesehatan dan logistik, tidak mendirikan posko pengungsian.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Gladi Kotor Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 Universitas Narotama Gladi Kotor Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 Universitas Narotama

21 Oktober 2020, 10:36:25

Dalam rangka pelaksanaan Wisuda Sarjana ke 49 – 50 dan Magister ke 37 – 38 Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya yang akan diselenggarakan secara daring (online) pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 08.00 WIB – Selesai, tempat H.R. Djoko Soemadijo Hall di Jl. Arief Rachman Hakim No.51 Sukolilo, Surabaya. Telah dilakukan kegiatan Gladi Kotor pada Selasa (20/10/2020) pukul 13.00 WIB-selesai, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS
21 Oktober 2020, 09:00:03

Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS Jakarta -- Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Salvador Cienfuegos ditangkap di Amerika Serikat. Dia ditangkap atas tuduhan yang dirahasiakan, Kamis (15/10). Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan Cienfuegos ditangkap di di .....

Rincian Syarat Daftar BLT UMKM Tahap II
23 Oktober 2020, 09:00:01

Rincian Syarat Daftar BLT UMKM Tahap II Jakarta -- Pendaftaran program bantuan langsung tunai (BLT) program bantuan presiden tahap II telah dibuka pada 13 Oktober lalu. Pemerintah menyediakan 3 juta kuota untuk pelaku UMKM yang terdampak covid-19. Pelaku .....