go green
Recent Issues

BPPT Ungkap Potensi Manfaat Kecerdasan Buatan di Indonesia

BPPT Ungkap Potensi Manfaat Kecerdasan Buatan di Indonesia

02 Desember 2019, 09:00:00

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa mendayagunakan kecerdasan buatan (artificial intellegence/ AI) di berbagai sektor. Potensi ini menurutnya bisa diterapkan pada pemerintahan, obat-obatan farmasi, dan medis.

Apalagi menurut Hammam menjelaskan teknologi kecerdasan buatan saat ini hanya dikuasai oleh beberapa negara di dunia. Sementara di Asia, Singapura menjadi negara pertama yang berencana untuk memanfaatkan teknologi ini.
"Kecerdasan buatan (AI) saat ini masih dikuasai segelintir negara. Di Asia baru Singapura yang memiliki rencana pengembangan teknologi AI," papar Hammam kepada CNNIndonesia.com Jakarta, Jumat (29/11).

Negara maju saat ini sudah mulai menerapkan AI dalam strategi pembangunannya. Oleh karena itu Hammam menegaskan bahwa ini merupakan momen yang tepat bagi Indonesia untuk memulai penerapan AI.
"Belum terlalu jauh untuk kita mulai beralih," ujar Hammam.

Hal ini diungkap Hammam saat ditanya terkait dengan rencana presiden Joko Widodo untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan pejabat eselon III dan IV.
Menurutnya penggantian sistem AI yang dimaksud bukan berarti menggantikan manusia dengan robot. Tapi menggunakan sistem AI untuk membantu mengambil keputusan. Sistem AI ini menurutnya akan membantu analisis dari big data. Dengan demikian, mendorong efisiensi pemerintahan. "Bukan mengganti manusia dengan Robot AI. Saya yakin peran AI nantinya membantu birokrasi, misalnya e-planning, e-budgeting, keuangan daerah yang cerdas, sehingga dapat mencegah korupsi," ujar Hammam.

Selain itu, menurutnya saat ini BPPT tengah menginisiasi pembangunan AI Innovation Center. Pusat inovasi ini diharapkan bisa mendorong pemanfaatan AI di Indonesia.
"Saat ini BPPT juga menginisiasi dibangunnya AI Inovation Center untuk mengejar pemanfaatan AI, guna meningkatkan daya saing Indonesia," kata Hammam.

AI Innovation Center diyakini akan mendorong Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaya saing di tengah era disrupsi digital dan revolusi industri 4.0 ini.

BPPT telah mengambil peran dalam pendayagunaan AI, bukti nyatanya di bidang Teknologi Modifikasi Cuaca berbasis AI. Kecerdasan buatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun.
Dikatakan Hammam, proyek perdana terkait pendayagunaan AI, BPPT bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
LSP UNNAR Mengadakan Pelatihan Asesor Kompetensi LSP UNNAR Mengadakan Pelatihan Asesor Kompetensi

17 Januari 2020, 01:18:14

Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Narotama (LSP UNNAR) mengawali kegiatan di tahun 2020 dengan mengadakan pelatihan asesor kompetensi. LSP UNNAR sebagai lembaga setifikasi profesi berlisensi dan kepanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan pelatihan di Favehotel Mex Surabaya, pada tanggal 13- 17 Januari 2020. Kegiatan ini bertujuan adanya penambahan jumlah asesor kompetensi yang terlisensi nasional selaras dengan visi-misi BNSP ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News