go green
Recent Issues

Harimau Kembali Turun Gunung, Hewan Ternak Jadi Korban

Harimau Kembali Turun Gunung, Hewan Ternak Jadi Korban

02 Desember 2019, 09:00:00

Jakarta -- Harimau kembali masuk ke permukiman warga di Desa Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan. Harimau juga diketahui menyerang dan memakan hewan ternak milik warga.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan Martialis Puspito. Dirinya berujar, jejak harimau disampaikan oleh seorang warga yang melihat harimau tersebut berkeliaran.

"Ada jejak dan perjumpaan langsung dengan masyarakat yang sedang beraktivitas di dalam hutan lindung," ujar pria yang akrab disapa Ito ini, Jumat (29/11).

Tidak ada korban manusia dari kemunculan harimau Sumatra tersebut kali ini. Hanya saja, seekor ayam diambil dan diduga dimakan oleh harimau tersebut.

"Dari jejaknya, dugaan kuat itu serangan harimau," ujar Ito.

Dirinya berujar, degradasi habitat harimau di hutan lindung memengaruhi keseimbangan rantai makanan. Selain itu, perburuan satwa yang menjadi pakan harimau seperti rusa, kijang, dan kambing hutan juga berpengaruh terhadap harimu yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari habitatnya.

Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah harimau yang terlihat di Desa Rimba Candi sama dengan harimau yang sempat menyerang wisatawan di Taman Wisata Gunung Dempo. Meskipun sama-sama berada di Kota Pagar Alam, lanskap hutan lindung di Desa Rimba Candi dan Gunung Dempo berbeda.

"Koridor lanskapnya juga berbeda. Kalau Rimba Candi di Kantong Harimau Jambul Nanti Patah, kalau Gunung Dempo di Kantong Harimau Bukit Dingin," kata dia.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat, baik wisatawan maupun warga yang beraktivitas di dekat hutan lindung yang merupakan habitat harimau Sumatra, agar berhati-hati.

Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui berapa banyak populasi harimau Sumatra di kawasan tersebut. Dari hasil analisa terbaru, setidaknya ada dua ekor harimau yang tinggal di hutan lindung Gunung Dempo. Belum lagi keberadaan jejak tapak kaki yang baru ditemukan di perkebunan warga.

"Yang jelas ada dua ekor karena harimau yang menyerang di dua tempat itu berbeda. Untuk jejak kaki yang baru ditemukan, belum tahu apa harimau yang sama atau bukan," ujarnya.

Menurut dia, warga diimbau untuk tetap beraktivitas seperti biasa karena berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Hanya saja, mereka diminta lebih waspada dan menghindari beraktivitas di kebun pada malam hari.

Sebelumnya diberitakan, seorang wisatawan terluka akibat serangan harimau di Taman Wisata Gunung Dempo, Kota Pagar Alam pada Sabtu (16/11) lalu. Selang satu hari berikutnya, Minggu (17/11), seorang petani kopi tewas saat sedang berkebun di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat karena serangan harimau.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
LSP UNNAR Mengadakan Pelatihan Asesor Kompetensi LSP UNNAR Mengadakan Pelatihan Asesor Kompetensi

17 Januari 2020, 01:18:14

Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Narotama (LSP UNNAR) mengawali kegiatan di tahun 2020 dengan mengadakan pelatihan asesor kompetensi. LSP UNNAR sebagai lembaga setifikasi profesi berlisensi dan kepanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan pelatihan di Favehotel Mex Surabaya, pada tanggal 13- 17 Januari 2020. Kegiatan ini bertujuan adanya penambahan jumlah asesor kompetensi yang terlisensi nasional selaras dengan visi-misi BNSP ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News