go green
Recent Issues

Penganiaya Siswa SMA Taruna Palembang Didakwa 15 Tahun Bui

Penganiaya Siswa SMA Taruna Palembang Didakwa 15 Tahun Bui

05 November 2019, 09:00:23

Palembang -- Terdakwa penganiayaan siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang, Obby Frisman Arkataku (24) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas I/A Palembang, Kamis (31/10).

Obby didakwa dengan pasal berlapis pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76 c UU nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan pasal 359 KUHP akibat kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum Riko Budiman mengatakan peristiwa bermula saat korban DBJ (16) yang merupakan siswa baru mengikuti kegiatan Masa Dasar Pembinaan Fisik dan Mental (Madabintal) di SMA Taruna Indonesia Palembang, Jumat (12/10).

Pada pukul 22.00 hari tersebut, korban mengikuti long march sejauh 13 kilometer dari Ponpes SMB II Palembang menuju kompleks SMA Taruna Indonesia Palembang.

Saat di lokasi kejadian, tepatnya di parit belakang kompleks SMA Taruna Indonesia, terdakwa Obby yang saat itu merupakan pembina asrama putra melihat korban tidak menyeberangi parit.

Obby lalu memerintahkan korban menyeberang namun tak diacuhkan korban. Saat itulah terdakwa memukul wajah korban menggunakan batang bambu.

Usai memukul, terdakwa kembali memerintahkan korban untuk menyeberangi parit. Dalam keadaan terduduk, korban mengaku tidak sanggup lagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Korban lalu merangkak ke arah tumpukan seng sambil berteriak ampun dan tak sanggup lagi mengikuti kegiatan.Dalam keadaan merangkak, korban kembali dipukul terdakwa menggunakan batang bambu di arah kaki kanan. Bokong korban ditendang juga oleh terdakwa.

Terdakwa kemudian menarik korban yang sudah dalam keadaan lemah hingga berdiri, namun pegangannya seketika dilepaskan sehingga korban terjatuh dan kepala bagian belakangnya membentur aspal hingga tak sadarkan diri.

Korban yang dalam keadaan tidak sadar kemudian dibawa oleh panitia Madabintal ke asrama sekolah untuk diberikan minum dan diistirahatkan. Korban yang kondisinya semakin lemah akhirnya dibawa ke RS Myria hingga meninggal dunia.

"Kami dakwa dengan pasal berlapis dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," ujar Riko.

Usai pembacaan dakwaan, tim penasehat hukum Obby memutuskan untuk mengajukan eksepsi atau pembelaan.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I/A Palembang Abu Hanifah memutuskan menunda sidang hingga Senin (4/11) dengan agenda pembacaan eksepsi.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
LSP UNNAR Mengadakan Pelatihan Asesor Kompetensi LSP UNNAR Mengadakan Pelatihan Asesor Kompetensi

17 Januari 2020, 01:18:14

Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Narotama (LSP UNNAR) mengawali kegiatan di tahun 2020 dengan mengadakan pelatihan asesor kompetensi. LSP UNNAR sebagai lembaga setifikasi profesi berlisensi dan kepanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan pelatihan di Favehotel Mex Surabaya, pada tanggal 13- 17 Januari 2020. Kegiatan ini bertujuan adanya penambahan jumlah asesor kompetensi yang terlisensi nasional selaras dengan visi-misi BNSP ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News