go green
Recent Issues

Pemerintah Diimbau Rangkul Startup Himpun Data Pertanian

Pemerintah Diimbau Rangkul Startup Himpun Data Pertanian

05 Oktober 2019, 09:00:00

Jakarta -- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Pemerhati Hortikultura, sekaligus Kepala Divisi Pemasaran dan Kerja Sama Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Firdaus mengimbau pemerintah untuk merangkul usaha rintisan (startup) bidang pertanian demi digitalisasi sektor pertanian.

Sebagai langkah awal, misalnya, untuk menghimpun data-data pertanian. Selama ini, ia menilai validitas data tak jarang meragukan. "Uang negara itu sebetulnya banyak untuk dialokasikan ke pertanian. Subsidi benih itu bisa Rp1,5 triliun-Rp2 triliun. Cuma, validitas data itu seringkali dipertanyakan," ujarnya, Kamis (3/10).

Padahal, menurut dia, bisa saja pemerintah memanfaatkan startup untuk memperoleh data-data dan digitalisasi pertanian. Dengan demikian, aktivitas pertanian, seperti penanaman, penggunaan pupuk, hingga produksi bisa dipantau dan direkam.

Nah, bila data-data tersebut terhimpun, pemerintah dapat merencanakan program yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif. "Kelihatan kan data produktivitasnya apa? Lebih tinggi dimana? Lebih rendah dimana? Darisana, pemerintah bisa melakukan program," jelas Firdaus.

Ide ini, ia menilai sesuai dengan pemikiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mengembangkan industri 4.0 dan digitalisasi. "Itu bisa direalisaskan dan diimplementasikan disini (sektor pertanian," imbuhnya.

Firdaus membandingkan implementasi ide digitalisasi pertanian di luar negeri. Menurut dia, setiap negara yang mau mengimpor komoditas akan menggunakan data yang telah dihimpun dari aktivitas pertanian. Alhasil, pencatatan dan aktivitas dapat menghasilkan Good Agricultural Practices (GAP).

"Tracability (pelacakan) itu ada dan berangkat dari registrasi. GAP, Good Agricultural Practices. Itu poin-nya semua ada bagaimana mencatat, mendokumentasikan semua kegiatan yang ada," jelasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenai perkembangan kontribusi lima sektor tertinggi PDB di Indonesia, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, selalu menempati peringkat ketiga dengan jumlah 13 persen dari tahun ke tahun sejak tahun 2014.

Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonomian RI Yuli Sri Wilanti menyebut hal itu menunjukkan betapa besar kontribusi sektor pertanian di Indonesia.

"Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menempati peringkat ketiga kontributor tertinggi, setelah Industri dan perdagangan. Hal ini menunjukkan peran pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia itu penting dan strategis," tukasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
BAN PT Asesmen Lapangan Secara Daring Prodi Teknik Informatika Universitas Narotama BAN PT Asesmen Lapangan Secara Daring Prodi Teknik Informatika Universitas Narotama

17 Oktober 2020, 09:30:32

Sehubungan kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan asesmen lapangan secara online (daring) terhadap Program Studi (Prodi) Teknik Informatika – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) melalui Zoom Meeting pada 16-17 Oktober 2020. Tim Asesor BAN PT terdiri atas Dr. Yani Nurhadryani, MT (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Maman ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pemerintah Akan Perbanyak Lembaga Urus Izin Sertifikasi Halal
20 Oktober 2020, 09:00:00

Pemerintah Akan Perbanyak Lembaga Urus Izin Sertifikasi Halal Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan memperluas izin proses sertifikasi produk halal ke berbagai lembaga yang ditetapkan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Mulai dari universitas, .....