go green
Recent Issues

Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab soal Kasus Khashoggi

Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab soal Kasus Khashoggi

02 Oktober 2019, 09:00:03

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) mengatakan memikul tanggung jawab atas pembunuhan terhadap wartawan asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Dia tewas dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 lalu.

Dalam wawancara di dalam acara 60 Minutes di stasiun televisi Amerika Serikat, CBS, MbS menuturkan dia turut bertanggung jawab karena pembunuhan Khashoggi dilakukan oleh sejumlah pejabat Saudi yang berada di bawah pengawasannya.
"(Pembunuhan) itu terjadi di bawah pengawasan saya. Saya yang bertanggung jawab karena itu terjadi di bawah pengawasan saya," kata MbS, seperti dikutip Associated Press, Senin (30/9).
Ini merupakan pertama kalinya MbS mengaku bertanggung jawab terkait pembunuhan Khashoggi di depan publik. Namun, dia tetap menolak tudingan sebagai dalang pembunuhan itu.
"Tentu tidak. Itu adalah kesalahan," ujar MbS.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik MbS. Ia dinyatakan tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.
Setelah melakukan investigasi selama enam bulan, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan Saudi "melakukan eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya" terhadap Khashoggi.
Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. Sejauh ini, jaksa Saudi telah mendakwa 11 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi, lima di antaranya terancam hukuman mati.
MbS mengatakan dia memiliki "sejumlah pejabat hingga menteri yang bertugas mengawasi itu" ketika ditanya mengapa para pelaku pembunuhan bisa menggunakan jet pribadi pemerintah Saudi untuk mengantarkan tim pembunuh dari Riyadh ke Istanbul.
"Mereka (para pejabat itu) memiliki otoritas untuk melakukan hal-hal tersebut," paparnya seperti dikutip Reuters.

MbS juga menyatakan dia tidak mungkin mengawasi gerak-gerik sekitar 3 juta pegawai kerajaan setiap hari.
"Tidak mungkin 3 juta pegawai kerajaan harus memberi laporan kegiatan mereka setiap hari kepada saya yang merupakan orang kedua tertinggi di Arab Saudi," ujar MbS.





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
BAN PT Asesmen Lapangan Secara Daring Prodi Teknik Informatika Universitas Narotama BAN PT Asesmen Lapangan Secara Daring Prodi Teknik Informatika Universitas Narotama

17 Oktober 2020, 09:30:32

Sehubungan kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan asesmen lapangan secara online (daring) terhadap Program Studi (Prodi) Teknik Informatika – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) melalui Zoom Meeting pada 16-17 Oktober 2020. Tim Asesor BAN PT terdiri atas Dr. Yani Nurhadryani, MT (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Maman ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pemerintah Akan Perbanyak Lembaga Urus Izin Sertifikasi Halal
20 Oktober 2020, 09:00:00

Pemerintah Akan Perbanyak Lembaga Urus Izin Sertifikasi Halal Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan memperluas izin proses sertifikasi produk halal ke berbagai lembaga yang ditetapkan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Mulai dari universitas, .....