go green
Recent Issues

Jaga Harga, Mentan Minta Produsen Besar Tahan Penjualan Ayam

Jaga Harga, Mentan Minta Produsen Besar Tahan Penjualan Ayam

19 September 2019, 09:00:00

Jakarta -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta para produsen daging ayam berskala besar tidak langsung menjual hasil produksinya ke pasar tradisional. Permintaan disampaikannya agar harga ayam di peternak kecil tidak terpukul oleh kehadiran ayam produsen berskala besar tersebut.

Ia menjelaskan saat ini, posisi produksi daging ayam tengah meningkat. Dengan kondisi tersebut, maka harga berpotensi turun.

Penurunan akan semakin dalam bila perusahaan besar langsung menggelontorkan pasokannya ke pasar tradisional. Pasalnya, pedagang pasar tradisional akan menerima limpahan pasokan.

Bila itu terjadi, maka pedagang akan membeli ayam peternak kecil dengan harga rendah. Pembelian dengan harga rendah tersebut tentunya akan menekan kehidupan peternak kecil.

"Makanya kami menghimbau perusahaan-perusahaan besar agar jangan langsung menjual ke pasar becek agar peternak kecil bisa bangkit, harganya bisa menguntungkan," ujar Amran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/9).

Lebih lanjut, ia mengatakan permintaan pemerintah ini harusnya diikuti perusahaan besar. Pasalnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Kemitraan Usaha Peternakan sudah mengatur mengenai strategi penjualan tersebut.

Amran mengatakan agar penundaan hasil penjualan tersebut tidak merugikan, ia meminta pedagang besar untuk menampung kelebihan pasokan daging ayam sementara dalam mesin pendingin (cold storage). "Insya Allah bisa, kami kan ada permentan bahwa jangan masuk ke pasar becek, kemudian dikontrol doc (bibit) ayam, jangan sampai kelebihan pasokan," katanya.

Secara keseluruhan, Amran mengklaim jumlah pasokan daging ayam akan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun. Sementara harga daging ayam berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) terbilang stabil di kisaran Rp32 ribu per kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir.

Begitu pula dengan daging sapi dan jagung. Khusus daging sapi, ia menyebut stok masih berkisar 18,2 juta ton sampai pertengahan September ini. "Populasi sapi dulu, 2014, hanya 14 juta ton, posisi tadi 18,2 juta ton, itu 1 juta ton lebih populasi naik (per tahun)," ucapnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
UNNAR Menggelar Wisuda Sarjana Ke 49-50 dan Magister Ke 37-38 Secara Daring UNNAR Menggelar Wisuda Sarjana Ke 49-50 dan Magister Ke 37-38 Secara Daring

26 Oktober 2020, 11:28:14

Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Wisuda Sarjana ke 49-50 dan Magister ke 37-38 bagi mahasiswa yang lulus pada Semester Gasal TA 2019-2020 dan Semester Genap TA 2019-2020 dalam Rapat Terbuka UNNAR yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 08.30 WIB – selesai bertempat di H.R. Djoko Soemadijo Hall Lt.III UNNAR, Jl. Arief Rachman Hakim 51 Sukolilo, Surabaya. Kondisi pandemi Covid-19 ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

RI Mulai Cari Alien dan Tempat Layak Huni di Luar Bumi 2021
27 Oktober 2020, 09:00:57

RI Mulai Cari Alien dan Tempat Layak Huni di Luar Bumi 2021 Jakarta,Jakarta, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengatakan akan melakukan penelitian untuk mendeteksi dan karakterisasi planet di luar tata surya, atau exoplanet pada 2021. Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto mengatakan penelitian itu .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....