go green
Recent Issues

Grab Dorong Merger OVO dan DANA Saingi Gopay

Grab Dorong Merger OVO dan DANA Saingi Gopay

13 September 2019, 09:00:02

Jakarta -- Grab dikabarkan sedang melakukan pembicaraan untuk menggabungkan (merger) perusahaan uang elektronik OVO dengan DANA untuk menyaingi usaha uang elektronik milik Gojek yakni Gopay.

Dikutip dari Reuters, Rabu (11/9), penggabungan itu akan dilakukan Grab dengan membeli saham mayoritas DANA yang selama ini digenggam oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) sebelum menggabungkannya dengan OVO. Menurut salah satu sumber, langkah tersebut masih dalam tahap awal sehingga belum ada penjelasan lebih lanjut.

"Ini merupakan pertarungan antara Grab dan Gojek," ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, sumber tersebut enggan membeberkan nilai akuisisi saham DANA yang akan dilakukan Grab. Menurut Finance Asia, saat ini OVO memiliki valuasi sebesar US$2,9 miliar, sementara belum ada data mengenai valuasi DANA.

Selain itu, pembicaraan mengenai struktur kepemilikan masih perlu dibicarakan dengan Bank Indonesia lantaran ada batasan kepemilikan asing di dalam sistem pembayaran digital. Saat ini, Grab disokong pendanaan oleh Softbank, sementara DANA disokong oleh Ant Financial Services Group yang dulunya bernama Alipay.

Nilai kepemilikan Grab di OVO sendiri sampai saat ini masih belum diketahui. Namun, sumber tersebut mengatakan jumlah saham yang dimiliki perusahaan asal Singapura tersebut cukup besar di OVO.

Sumber itu menambahkan bahwa CEO Softbank Masayoshi Son mendukung langkah tersebut. Adapun, rencana ini sempat didiskusikan Son bersama beberapa pejabat pemerintah kala melawat ke Indonesia pada Juli silam.

"Son menyatakan ketertarikannya," imbuhnya.

Sejauh ini, pihak Grab dan OVO enggan merespons kabar tersebut. Sementara DANA tidak mau berkomentar mengenai rumor yang belum sahih.

Rencana ini membuat persaingan keuangan digital di Indonesia kian sengit mengingat sektor ekonomi digital di Indonesia tengah berkembang dengan potensi pasar yang cukup besar yakni 260 juta penduduk.

Ini juga menandai babak baru persaingan antara dua perusahaan rintisan skala besar Grab dan Gojek, yang masing-masing saat ini memiliki valuasi aset sebesar US$14 miliar dan US$10 miliar.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump
15 Oktober 2019, 09:00:33

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, berjanji akan bekerja sama dalam membantu penyelidikan dalam proses pemakzulan Presiden Donald Trump yang tengah dilakukan Kongres. Diduga hal ini berkaitan dengan sikap Trump yang sempat .....

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS
15 Oktober 2019, 09:00:00

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS

Botika merupakan perusahaan rintisan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan produk chatbot atau asisten chat pintar untuk menjawab pertanyaan. Botika ini diklaim dapat menggantikan peran Customer Service. Pendiri dan CEO Botika .....