go green
Recent Issues

Polisi Bekuk Pembobol Bank BUMN Senilai Rp 1,3 Miliar

Polisi Bekuk Pembobol Bank BUMN Senilai Rp 1,3 Miliar

12 September 2019, 09:00:02

Jakarta -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap dua orang pembobol bank BUMN di Palembang, Sumatera Selatan. Kedua tersangka berinisial YA dan RF itu diketahui tergabung dalam satu sindikat peretas.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri mengatakan kepolisian baru berhasil mengungkap satu sindikat yang merugikan bank BUMN sebesar Rp1,3 miliar.

"Total kerugian dari bank BUMN yang ada di Palembang sendiri cukup besar, yaitu kurang lebih sekitar Rp16 Miliar dari total kerugian tersebut. Yang baru berhasil diungkap baru 1 sindikat dengan total kerugian kurang lebih sekitar Rp1,3 miliar," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

Polisi masih mengejar para pembobol dari sindikat lain. Dedi berkata sedikitnya ada dua orang lain dari sindikat tersebut masih berstatus buron.

Kepala Unit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Polri Komisaris Ronald Sipayung menjelaskan modus pembobolan bank BUMN yang dilakukan oleh YA dan RF.

Kata dia, keduanya melakukan transaksi melalui aplikasi e-commerce Kudo. Selanjutnya pembayaran dengan menggunakan bank BUMN tersebut.

Transaksi-transaksi itu disebut Ronald selalu berhasil. Namun saldo YA dan RF tidak pernah berkurang. Akibatnya bank tersebut tetap harus membayar tagihan kepada Kudo.

"Mereka melakukan top up pulsa dan pembayaran-pembayaran lain, namun saldo di rekening tidak berkurang," kata Ronald dalam kesempatan yang sama.

Menurut Ronald, YA dan RF memiliki kemampuan membobol sistem perbankan karena mempelajarinya secara otodidak. Ia juga menyebut keduanya telah membeli sejumlah hal seperti properti, mobil, laptop hingga ponsel dari hasil pembobolan itu.

YA dan RF disebut melanggar pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 362 KUHP.

Keduanya terancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
5 Mahasiswa FIK UNNAR Sebagai Instruktur Workshop IoT Fundamental 5 Mahasiswa FIK UNNAR Sebagai Instruktur Workshop IoT Fundamental

12 September 2019, 07:13:59

Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) bertindak sebagai instruktur workshop Internet of Things (IoT) Fundamental yang dilakukan di BOSCH Innovation Center, Jalan Diponegoro, Surabaya, pada 11 dan 12 September 2019. Workshop yang diselenggarakan atas kerjasama FIK UNNAR dan SMKN 7 Surabaya ini dibuka oleh Kaprodi Sistem Komputer, Slamet Winardi, ST, MT. Kelima mahasiswa tersebut adalah Muhamad Nur ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Menristekdikti Kenang Habibie Sebagai Sosok Inovatif
14 September 2019, 09:00:03

Menristekdikti Kenang Habibie Sebagai Sosok Inovatif

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengenang mendiang Presiden RI ketiga Bacharudin Jusuf Habibiesebagai sosok yang sangat inovatif dan inspiratif. Nasir mengenang sosok Habibie berkontribusi mendorong kemajuan .....