go green
Recent Issues

Iriana dan Mufidah Hadiri Pelatihan Guru PAUD Jateng-DIY di Solo

Iriana dan Mufidah Hadiri Pelatihan Guru PAUD Jateng-DIY di Solo

06 September 2019, 09:00:00

Ibu negara Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla menghadiri penutupan Pelatihan Akbar Guru PAUD di Graha Saba Buana, Solo. Pelatihan diikuti ribuan guru PAUD dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur.

Pelatihan tersebut merupakan program dari Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang beranggotakan istri para menteri. Ada lima hal yang ditekankan kepada guru PAUD.
"Yang pertama pendidikan karakter, parenting. Sudah puluhan ribu guru ikut dalam pelatihan ini," kata Ketua Umum OASE Kabinet Kerja, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, Kamis (5/9/2019).
Kedua ialah kesehatan keluarga, misalnya membiasakan mencuci tangan, memberikan gizi agar anak tidak stunting, serta deteksi dini kanker serviks dan payudara. Ketiga masalah sosial budaya, misalnya kampanye antinarkoba dan pornografi.
"Keempat adalah lingkungan bersih, terutama terkait sampah plastik. Kelima adalah lingkungan hijau, seperti menanam sayur di rumah," ujar dia.

Dalam kegiatan itu, Iriana dan Mufidah sempat meminta beberapa guru maju untuk berdialog. Mereka menanyakan apa yang akan dilakukan setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Salah satu guru PAUD asal Boyolali, Yekti, mengatakan akan mengaplikasikan ilmu yang dia dapat selama pelatihan. Dia mengakui selama ini terdapat kesalahan ketika dia mendidik anak.
"Kemarin saya suka marah-marah karena anak di sini BAB, di sana heboh, sekarang dididik harus lebih sabar. Guru TK harus penuh cinta," katanya.

Istri Wali Kota Surakarta, Elizabeth Endang Hadi Rudyatmo, yang turut mendampingi ibu negara, mengatakan materi pelatihan selama dua hari kemarin banyak menekankan pentingnya pendidikan karakter. Sebab anak-anak zaman ini diharapkan menjadi generasi emas pada 2045.

Selain itu, masalah stunting dan sampah plastik menjadi salah satu pembahasan. Pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Solo itu mengaku telah menyebarkan informasi tersebut ke kampung-kampung.
"Di Solo stunting memang masih ada, tapi sedikit, karena ibu-ibu semakin paham, sudah diberitahu lewat PKK. Penggunaan plastik, saya sendiri sudah mulai mengurangi, misalnya cucu saya sekarang pakak sedotan stainless," tutupnya.





Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur

24 Februari 2020, 01:50:17

Program studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama Surabaya, Jumat (21/2/2020) gelar Balsa Bridge Competition yang diikuti 40 tim sekolah SMA dan SMK se Jawa Timur. Kompetisi Balsa Bridge ini merupakan satu diantara kegiatan dari serangkaian acara yang digelar tahunan Civil Nation 2020. Liliana Hannes, sie acara Balsa Bridge Competition Universitas Narotama Surabaya menyampaikan bahwa kompetisi Balsa Bridge memang sengaja dipilih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor
23 Februari 2020, 09:00:29

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor Jakarta, Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan Badan Pusat Statistik (BPS) wajib menjaga keamanan data Sensus Penduduk 2020, mengingat ada potensi terjadi kebocoran data seperti di Ekuador, .....