go green
Recent Issues

Gunung Slamet Waspada, PVMBG Minta Warga Tahu Potensi Erupsi

Gunung Slamet Waspada, PVMBG Minta Warga Tahu Potensi Erupsi

11 Agustus 2019, 09:00:10

Bandung -- Status Gunung Slamet di Jawa Tengah yang naik dari Level I (Normal) jadi Level II (Waspada) disebut Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tak perlu disikapi dengan panik. Namun masyarakat perlu mengenali potensi ancaman erupsi gunung tersebut.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan potensi ancaman erupsi Gunung Slamet cenderung bersifat magmatik dengan erupsi diawali letusan freatik berupa gas dan air.

Bila terjadi letusan, kata Kasbani, dipastikan bakal terjadi lontaran atau guguran magma dari dalam kawah dan meluber dengan radius dua kilometer.

"Erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah sekitar puncak di dalam radius dua kilometer. Untuk erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas," kata Kasbani di Kantor Pusat PVMBG, Bandung, Jumat (9/8).

Kasbani menyebut hingga saat ini kapan erupsi Gunung Slamet terjadi belum bisa dipastikan secara pasti.

Namun tanda-tanda erupsi sudah terekam selama sebulan terakhir berupa peningkatan aktivitas gempa hembusan hingga seribu kali per hari.

Selain itu, terdapat perubahan bentuk atau deformasi berupa penggelembungan tubuh gunung yang menandakan desakan material vulkanik dari magma.

Kasbani juga mengatakan potensi kejadian erupsi juga bisa terekam dari hasil pengukuran suhu air panas di kawasan Guci yang selama ini menjadi destinasi wisata.

Pengukuran suhu mata air panas teranyar di tiga lokasi kawasan tersebut menunjukkan suhu air berkisar 44,8-50,8 derajat Celsius. Angka ini bersifat fluktuatif, namun menunjukkan kecenderungan naik dibanding pengukuran sebelumnya.

Sementara itu Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan mengatakan berdasarkan data satelit, sudah terpantau ada titik api diam di kawah Gunung Slamet.

"Dari gambar yang kita terima, areal kawah Slamet sudah merah-merah. Hal ini menandakan kubah sudah terpanasi energi dari perut gunung," ujar Hendra.

Hendra mengatakan potensi letusan Gunung Slamet mungkin saja terjadi secara tiba-tiba, seperti kejadian pada 2014.

Kala itu, Gunung Slamet berstatus siaga dan hanya mengeluarkan letusan strombolian. Lalu kawah melontarkan material pijar yang ketika di malam hari terlihat seperti kembang api.

Akan tetapi, Hendra menyebut Gunung Slamet bisa juga tidak meletus. Maka dari itu, pengamatan terus dilakukan secara intensif melalui Pos PGA di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

"Yang jelas, secara kegempaan dan deformasi cukup signifikan. Penggembungan mencapai 20 microradian. Secara visual memang tak teramati adanya gejala erupsi, bengkaknya juga. Tapi potensinya dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Civitas Akademika UNNAR Gelar Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Civitas Akademika UNNAR Gelar Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74

19 Agustus 2019, 01:44:17

Civitas akademika Universitas Narotama (UNNAR) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 dengan menggelar Upacara Bendera pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 07.00-07.30 WIB di halaman depan kampus Jl. Arief Rachman Hakim 51 Surabaya. Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Rektor UNNAR Dr. Arasi Alimudin, SE, MM. Peserta upacara terdiri dari para pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan
15 Agustus 2019, 09:00:35

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan

Otoritas BandaraHong Kong membatalkan seluruh penerbangan dari wilayah itu setelah demonstran kembali melumpuhkan bandara pada Selasa (13/8) sore. "Operasional Bandara Internasional Hong Kong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan telah dibatalkan," .....

Intip Strategi Menabung Valas bagi Generasi Milenial
19 Agustus 2019, 09:00:02

Intip Strategi Menabung Valas bagi Generasi Milenial Jakarta -- Valuta asing (valas) kerap menjadi kebutuhan masyarakat, terutama bagi generasi milenial yang gemar melancong ke luar negeri atau berencana memperoleh pendidikan berskala internasional. Untuk menjawab kebutuhan itu, sejumlah bank .....

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi
15 Agustus 2019, 09:00:35

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi

Pemerintah Provinsi DKIJakarta meluncurkan aplikasi e-uji emisi. Aplikasi aplikasi mobile berbasis Android ini menyediakan database hasiluji emisi kendaraan yang bisa dicek secara online oleh pemilik kendaraan dan petugas. Gubernur DKI .....