go green
Recent Issues

Bagian dari Jaringan Narkoba Internasional, 3 Polisi Ditahan

Bagian dari Jaringan Narkoba Internasional, 3 Polisi Ditahan

07 Agustus 2019, 09:00:05

Surabaya -- Tiga oknum anggota polisi Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga terlibat jaringan peredaran narkoba internasional. Mereka kini ditahan di Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ketiganya terancam sanksi berat.

"Mereka (tiga oknum anggota) kenal semua dengan tersangka pengedar yang dirilis Bapak Kapolda Jawa Timur (Irjen Pol Luki Hermawandi) di Polres Tanjung Perak beberapa hari lalu," kata Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (5/8).

Dugaan keterlibatan tiga anggota Polri itu, kata Barung, diketahui setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap lima orang tersangka jaringan bandar narkoba. Kelima orang itu ditangkap di Sokobanah, Sampang, Madura, beberapa waktu lalu.

Usai menemukan indikasi keterlibatan, polisi lantas melakukan tes urine terhadap tiga anggota tersebut. Hasilnya oknum S dan WA dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Barung mengatakan para oknum tersebut adalah Ajun Inspektur Dua inisial S, Brigadir inisial ES, dan Brigadir inisial WA. Mereka, lanjutnya, para oknum juga diketahui biasa berkomunikasi dan datang menemui tersangka bandar di Sokobanah.

"Setiap sambang (datang) ke Sokobanah, anggota ini menerima uang terkadang Rp200 ribu - Rp300 ribu, mereka juga memakai [sabu]," kata Barung.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman mengatakan Propam hingga kini masih mendalami sejauh mana keterlibatan tiga oknum anggota tersebut dalam jaringan bandar narkoba Sokobanah.

"Modus masih didalami oleh Propam Polda Jatim," katanya, saat ditemui di Mapolda Jatim.

Ia menambahkan pihaknya juga terus mengembangkan penyelidikan. Terutama ihwal sejak kapan jaringan narkotika Sokobanah tersebut beroperasi.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur berhasil meringkus sindikat narkoba di Madura. Sebanyak 5 orang ditetapkan sebagai tersangka terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan yakni SH, JH, N, S dan NAH.

Mereka ditangkap secara terpisah dalam waktu dan tempat yang berbeda. Polisi menyita setidaknya 50 kilogram narkotika jenis sabu dan 99 butir ekstasi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan penangkapan para pelaku ini dilakukan Satnarkoba Polda Jatim bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polres Bangkalan, Polres Sampang, dan TNI. Kerja sama juga dijalin dengan petugas bea cukai dalam kurun waktu 5 bulan terakhir.

Mulanya, kepolisian curiga ketika pihak Bea Cukai berulangkali menangkap pengedar narkoba melalui jalur laut dan udara. Sejak itu, Polda Jatim mengambil tindakan pendalaman. Diketahui, narkoba yang mereka edarkan pun dipasok dari negara jiran, Malaysia.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Riset Sejak Tahun 2000, Mahasiswa Magister Teknik UNNAR Eksplorasi Bioconc untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan Riset Sejak Tahun 2000, Mahasiswa Magister Teknik UNNAR Eksplorasi Bioconc untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan

18 Oktober 2019, 03:33:02

Sumber daya alam (SDA) Indonesia yang begitu melimpah seharusnya menjadi kesempatan para peneliti untuk membuat riset mengenai hal tersebut dengan lebih intens. Hal itulah yang dilakukan oleh Makno Basoeki, lulusan program studi Magister Teknik Universitas Narotama (UNNAR). Sejak tahun 2000, Makno melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk membuat produk beton karya anak bangsa yang berkualitas. “Diawali dari keprihatinan saya karena masih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

188 Saham Menguat, IHSG Naik ke Level 6.169
18 Oktober 2019, 09:00:03

188 Saham Menguat, IHSG Naik ke Level 6.169 Jakarta -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.169 pada Rabu (16/10) sore. Posisi tersebut menguat 0,19 persen dibandingkan Selasa (15/10). RTI Infokom mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp8,8 .....

Server BMKG Diretas
17 Oktober 2019, 09:00:16

Server BMKG Diretas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas. Peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan .....