go green
Recent Issues

Polisi Bekuk Komplotan Penipu Bermodus Pegawai MA

Polisi Bekuk Komplotan Penipu Bermodus Pegawai MA

05 Agustus 2019, 09:00:00

Jakarta -- Polisi menangkap komplotan penipuan dan pencucian uang dengan modus menyamar menjadi panitera Mahkamah Agung maupun Pengadilan Negeri. Komplotan tersebut terdiri dari enam orang tersangka yakni AA, RL, A, EK, S alias Daddi, serta S alias Awi.

"Komplotan ini ada enam orang. Kamk tangkap kemarin di kawasan Bekasi, Jawa Barat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/8).

Dalam menjalankan aksinya keenam tersangka memiliki perannya masing-masing. Dikatakan Argo, tersangka AA berperan sebagai pemimpin aksi.

Tersangka AA memerintahkan tersangka RL, A, dan EK untuk mencari dokumen korban dari website MA atau PN. "Mereka mencari data korban yang sedang mengajukan gugatan di website MA dan PN, mereka mencari data perusahaan atau perseorangan, setelah mendapatkan data korban, mereka mempelajarinya," tutur Argo.

Sedangkan tersangka S alias Daddi berperan menyiapkan rekening untuk menerima uang hasil penipuan. Sementara tersangka S alias Awi berperan menyiapkan rekening tampungan.

Dijelaskan Argo, saat beraksi tersangka AA akan menghubungi korbannya dan mengaku sebagai panitera senior MA atau PN. Tersangka AA kemudian menawarkan jasa untuk mengurus gugatan korban dengan syarat mengirimkan sejumlah uang.

"Dia meminta imbalan, bahkan pernah meminta Rp1 miliar, ada korban yang diminta mengirimkan uang muka sebesar Rp230 juta melalui transfer. Korban yang dihubungi pun ada yang tertipu, tapi ada juga yang enggak tertipu," tutur Argo.

Tersangka AA mengaku telah menjalankan aksi penipuan itu selama tiga tahun. Uang hasil penipuan, diungkap tersangka AA untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli sebuah rumah di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 378KUHP dan atau Pasal 4 dan Pasal 5 Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf r dan atau z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Civitas Akademika UNNAR Gelar Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Civitas Akademika UNNAR Gelar Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74

19 Agustus 2019, 01:44:17

Civitas akademika Universitas Narotama (UNNAR) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 dengan menggelar Upacara Bendera pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 07.00-07.30 WIB di halaman depan kampus Jl. Arief Rachman Hakim 51 Surabaya. Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Rektor UNNAR Dr. Arasi Alimudin, SE, MM. Peserta upacara terdiri dari para pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan
15 Agustus 2019, 09:00:35

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan

Otoritas BandaraHong Kong membatalkan seluruh penerbangan dari wilayah itu setelah demonstran kembali melumpuhkan bandara pada Selasa (13/8) sore. "Operasional Bandara Internasional Hong Kong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan telah dibatalkan," .....

Intip Strategi Menabung Valas bagi Generasi Milenial
19 Agustus 2019, 09:00:02

Intip Strategi Menabung Valas bagi Generasi Milenial Jakarta -- Valuta asing (valas) kerap menjadi kebutuhan masyarakat, terutama bagi generasi milenial yang gemar melancong ke luar negeri atau berencana memperoleh pendidikan berskala internasional. Untuk menjawab kebutuhan itu, sejumlah bank .....

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi
15 Agustus 2019, 09:00:35

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi

Pemerintah Provinsi DKIJakarta meluncurkan aplikasi e-uji emisi. Aplikasi aplikasi mobile berbasis Android ini menyediakan database hasiluji emisi kendaraan yang bisa dicek secara online oleh pemilik kendaraan dan petugas. Gubernur DKI .....