go green
Recent Issues

Kisruh Politik Memuncak, PM Papua Nugini Resmi Mundur

Kisruh Politik Memuncak, PM Papua Nugini Resmi Mundur

13 Juni 2019, 09:00:02

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O`Neill, resmi mundur setelah mengajukan surat pengunduran diri pada Rabu (29/5), di tengah kisruh politik yang meningkat di negaranya.
"Pada pukul 09.35 pagi ini, saya mengantarkan kepada Yang Mulia Gubernur Jenderal (Sir Robert Dadae) surat pengunduran diri saya," kata O`Neill di gedung parlemen, Port Moresby.

O`Neill sudah memutuskan mengundurkan diri pada Minggu (26/5), setelah serangkaian pembelotan politik tingkat tinggi yang menggerus kepemimpinannya.
Pembelotan terjadi tak lama setelah O`Neill menandatangani kesepakatan proyek gas alam cair senilai US$13 miliar dengan perusahaan minyak asal Perancis, Total, dan perusahaan ExxonMobil yang berbasis di AS.
Menteri Keuangan Papua Nugini, James Marape, adalah pejabat kabinet senior pertama O`Neill yang mengundurkan diri. Marape mundur sebagai bentuk protes atas keputusan O`Neill terkait kesepakatan proyek gas tersebut.
Marape menilai keuntungan dari kesepakatan itu tidak akan mengalir ke rakyat Papua Nugini, perusahaan lokal, maupun daerah.

Ia merujuk pada kesepakatan serupa dalam satu dekade terakhir yang dinilai gagal membawa keuntungan bagi negara yang hingga kini 70 persen penduduknya tak memiliki akses listrik memadai. Menjabat selama delapan tahun, O`Neill banyak dikritik oposisi karena korupsi dalam pemerintahan dan keterpurukan ekonomi negara yang kronis.
Terlepas dari keterpurukan itu, dalam pidatonya O`Neill mengungkap salah satu prestasinya selama menjabat sebagai PM, yakni menjadikan Papua Nugini sebagai tuan rumah KTT APEC pada 2018 lalu.
"Kami selalu dikenal karena alasan-alasan yang salah," kata O`Neill seperti dikutip AFP.

O`Neill sebenarnya telah berjanji mundur lebih cepat, tapi hal itu tak jadi dilakukannya. Ia malah sempat memutuskan menggunakan jalan pengadilan untuk mempertahankan kekuasaan. Langkahnya itu memicu kemarahan parlemen pada Selasa (28/5). Konfrontasi bahkan sempat terjadi di parlemen antara pendukung dan oposisi O`Neill.

Sementara itu, pemungutan suara untuk memilih pengganti O`Neill diperkirakan baru akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
Sejumlah analis menganggap kepergiaan O`Neill dari pemerintahan dapat mengakhiri proyek infrastruktur berbiaya besar yang diyakini banyak orang hanya menguntungkan segelintir elite negara.
"Kepergiaan O`Neill memiliki potensi membuat perubahan besar dalam arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah Papua Nugini," kata pengamat politik dari Universitas Daekin Melbourne, Jonathan Ritchie.
"Tetapi kecurigaan dari sejumlah pengamat menganggap pengunduran diri O`Neill hanya akan menghasilkan penataan kembali kepemerintahan yang terdiri dari segelintir orang dalam lainnya, anggota lain dari kelas politik Papua Nugini, mengambil alih peran PM dari O`Neill."



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Sistem Informasi UNNAR Jalin Kerjasama dengan Komunitas Odoo Indonesia Prodi Sistem Informasi UNNAR Jalin Kerjasama dengan Komunitas Odoo Indonesia

22 Juli 2019, 06:13:02

Program Studi Sistem Informasi– Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) yang berkonsentrasi pada pengembangan solusi bisnis memandang perlu melakukan kerjasama dalam pengembangan Odoo. Kerjasama ini dijalin dengan Komunitas Odoo Indonesia yang diwakili oleh Agung Hario, S.Kom, praktisi dalam bidang pengembangan Enterprise Resources Planning (ERP) dengan framework Odoo. Kerjasama tersebut diwujudkan dengan pengenalan Odoo yang dipimpin oleh Kaprodi Sistem Informasi, Immah ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Papua Nugini Desak Australia Beri Tenggat Relokasi Imigran
23 Juli 2019, 09:00:01

Papua Nugini Desak Australia Beri Tenggat Relokasi Imigran

Perdana Menteri James Marape mendesak Australiasegera menentukan tenggat untuk merelokasi pengungsi imigran dan pencari suaka yang hingga kini masih telantar di Pulau Manus, Papua Nugini. Marape mengatakan bahwa permintaan penentuan .....

BI Yakin Penurunan Bunga Acuan Gairahkan Pasar Modal
23 Juli 2019, 09:00:01

BI Yakin Penurunan Bunga Acuan Gairahkan Pasar Modal Medan -- Bank Indonesia (BI) menilai pemangkasan suku bunga acuan akan menarik lebih banyak investor masuk ke pasar modal. Penurunan suku bunga tersebut akan membuat investor cenderung melihat prospek pertumbuhan .....