go green
Recent Issues

Lulusan SMK Banyak Jadi Pengangguran, Pendidikan Vokasi akan Digalakkan

Lulusan SMK Banyak Jadi Pengangguran, Pendidikan Vokasi akan Digalakkan

18 Mei 2019, 09:00:04

Banyak lulusan SMK jadi pengangguran. Jumlahnya bahkan mendominasi angka pengangguran. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah berencana membuka lebar-lebar pintu pendidikan vokasi atau pendidikan untuk keahlian terapan dari D1 hingga D4.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Agus Sartono, menjelaskan hal ini dalam jumpa pers di Kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Data BOS menunjukkan bahwa persentase lulusan SMK yang menganggur menempati urutan teratas dalam data pengangguran. Setiap tahun, SMK menghasilkan lulusan sekitar 1,4 juta orang. Bila ditambah dengan lulusan SMA, maka jumlahnya menjadi 3,5 juta. Padahal perguruan tinggi hanya mampu menampung sekitar 1,8 juta lulusan SMA/SMK saja.

Sisanya, mereka akan masuk ke pasar tenaga kerja. Alhasil, pasar tenaga kerja didominasi oleh lulusan SMA.
"Jadi 90% angkatan kerjanya maksimum pendidikannya cuman tingkat SMA/SMK. Kalau angkatan kerja kita mayoritas adalah lulusan SMA/SMK maka produktifitas nasional kita lebih rendah dibandingkan negara maju yang pendidikannya S1," kata dia.

Untuk meningkatkan angka penyerapan pendidikan vokasi terhadap lulusan SMK, maka jumlah politeknik akan ditambah. Saat ini kapasitas politeknik dan sekolah vokasi sekitar 975 ribu atau kurang dari 325 mahasiswa per tahun. Pembangunan politeknik baru direncanakan di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi untuk memudahkan kegiatan magang dan mobilitas siswanya.

Pemerintah menyusun rencana peningkatan kapasitas politeknik pada 2020-2024 dengan dua skenario. Pertama, skenario moderat yakni peningkatan 150% dengan biaya antara Rp 11,4 triliun hingga Rp 28,5 triliun. Kedua, skenario optimis yakni peningkatan 250% dengan biaya antara Rp 30 triliun sampai Rp 75 triliun.
"Kita belajar dari negara-negara maju bahwa jumlah poltek dan vokasi ini berimbang dengan perguruan tinggi umum. Nah di kita masih kecil sekali (jumlahnya)," kata Agus.

Selain itu, ada peningkatan kualitas SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Solusi berikutnya adalah jalur revitalisasi SMK. Konsep SMK industri sudah dikembangkan dua tahun belakangan ini. SMK industri adalah bentuk kerjasama Kementerian Pendidikan Kebudayaan dengan Kementerian Perindustriaan, melibatkan 885 industri.
"Nah ini outputnya akan mulai keluar tahun ini. Diharapkan nanti akan kelihatan di situ link and match-nya (dunia pendidikan dan dunia industri)," kata Agus.


Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran
26 Juni 2019, 09:00:14

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran Rusia mengecam sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran. Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan penjatuhan sanksi tersebut merupakan langkah yang ilegal. Dalam jumpa pers rutin, Peskov enggan .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....