go green
Recent Issues

Pemerintah Turki akan Investigasi Jurnalis karena Ajakan Demo

Pemerintah Turki akan Investigasi Jurnalis karena Ajakan Demo

31 Desember 2018, 09:00:17

Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa penuntut Turki mengajukan investigasi kepada seorang presenter televisi Fox Haber, Fatih Portakal. Usulan investigasi itu disampaikan pada Jumat (28/12) tepat dua pekan usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegur sang jurnalis.

Mengutip AFP Sabtu (29/12), jaksa penuntut menjelaskan latar belakang investigasi tersebut adalah dugaan sikap menghasut yang dilakukan Fatih lewat akun Twitter-nya. Dalam media sosial yang diikuti hingga enam juta orang itu, ia mendorong terjadinya sebuah aksi.

Fatih mempertanyakan apakah warga Turki bisa melakukan protes kepada pemerintahan Presiden Erdogan, sebagaimana gerakan Yellow Vest di Prancis. Yellow Vest berawal dari protes masyarakat menentang kenaikan pajak bahan bakar dan diikuti sebanyak 66 ribu demonstran.


"Ayo, mari kita melakukan aksi damai, protes terhadap... peningkatan biaya gas alam. Ayo, mari kita lakukan. Apakah kita akan mampu melakukannya?" tulis Fatih.

Pejabat Turki mengintepretasikan cuitan itu sebagai panggilan untuk melakukan protes atas gejolak ekonomi yang melanda Turki. Harga di tingkat konsumen melonjak hingga 25 persen selama Oktober, mengakibatkan inflasi tinggi di Turki.

Fatih juga berspekulasi tentang pengaruh ketakutan warga Turki akan sebuah aksi, terutama yang menentang pemerintahan Erdogan, dalam programnya di Fox Haber.

Erdogan memang dikenal sangat tegas kepada demonstran. Itu terlihat dalam protes anti-pemerintah pada 2013. Saat itu, petugas yang mengamankan aksi dibekali senjata berat.

Awal pekan ini, otoritas audiovisual Turki mengajukan sejumlah denda material kepada Fox Harber. Mereka juga meminta saluran tersebut menangguhkan tiga siaran berita prime time.

Fox Haber Turki diketahui memberi ruang yang lebih besar kepada partai-partai oposisi dibandingkan saluran media mainstream lainnya di tengah keterbatasan media di bawah pemerintahan Erdogan. Fox Haber, yang berarti Fox News dalam bahasa Turki, tidak memiliki korelasi dengan Fox News Channel di Amerika Serikat.



Sumber : cnnindonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan

23 Mei 2019, 02:15:59

Iseng-iseng berhadiah. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kisah Ursulah Diana Fitriani dan kawan-kawan dari Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Inovasi karya mahasiswi Program Studi Akuntansi bersama keempat orang temannya berhasil mendapatkan dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang mereka buat adalah produk makanan yang mereka namakan Lupis Semanggi Rainbow Cake. Ide membuat Lupis Semanggi itu ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Rezim Maduro Kepung Gedung Parlemen yang Dikuasai Oposisi
23 Mei 2019, 09:00:00

Rezim Maduro Kepung Gedung Parlemen yang Dikuasai Oposisi Pemimpin oposisi sekaligus ketua Majelis Nasional atau parlemen Venezuela, Juan Guaido, menuduh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro memblokade kantornya untuk "membungkam" para penentang. Guaido, yang juga telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim .....

Kemenkes Akan Autopsi Verbal Usut Kematian Petugas KPPS
23 Mei 2019, 09:00:00

Kemenkes Akan Autopsi Verbal Usut Kematian Petugas KPPS Jakarta -- Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut pemerintah bakal melakukan autopsi verbal kepada petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal semasa bertugas di Pemilu 2019. Autopsi verbal dilakukan bersama .....