go green
Recent Issues

Kerusuhan Myanmar Menyebar ke Tiga Kota

Kerusuhan Myanmar Menyebar ke Tiga Kota

27 Maret 2013, 09:20:13

Fajar Nugraha

Warga Myanmar di tengah puing rusuh Myanmar (Foto: AP)
YANGON - Massa Anti-Muslim Myanmar bergerak maju ke tiga kota lain di Myanmar selama akhir pekan. Mereka menghancurkan rumah ibadah dan membakar rumah-rumah milik warga, meskipun pemerintah sudah berupaya keras menghalau massa.

Pada Jumat 22 Maret lalu, Presiden Thein Sein menetapkan status darurat di Kota Meikhtila. Di kota tersebut sekira 32 warga dilaporkan tewas dan 10 ribu lainnya yang sebagian besar warga Muslim, kehilangan tempat tinggalnya. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (25/3/2013).

Tetapi meskipun prajurit Myanmar sudah diturunkan untuk meredakan ketegangan, aksi kekerasan masih terus berlanjut. Kelompok ekstrimis Myanmar bahkan membakar beberapa rumah milik warga. Aksi kerusuhan juga mulai menyebar ke wilayah selatan menuju Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw.

Seorang warga Muslim di Kota Tatkone mengatakan, sekelompok orang sebanyak 20 jiwa merusak sebuah masjid dan melemparinya dengan batu pada Senin 24 Maret malam waktu setempat. Mereka juga menghancurkan jendela dari masjid, sebelum akhirnya prajurit Myanmar melepaskan tembakan untuk membubarkan pelaku pengrusakan.

Sehari sebelumnya, sekelompok massa juga membakar sebuah masjid dan 50 rumah lainnya di Kota Yamethin. Sementara sebuah masjid dan beberapa bangunan lainnya juga dilaporkan hancur akibat amukan massa di Kota Lewei. Tidak diketahui siapa pelaku kekerasan tersebut dan tidak ada bentrokan dilaporkan yang terjadi di ketiga kota itu.

Kerusuhan terbaru ini membayangi pemerintahan Presiden Thein Sein yang berupaya keras untuk mengubah negaranya menuju pemerintahan yang demokratis. Selama hampir setengah abad, Myanmar dipimpin oleh pemerintahan junta militer.

Peristiwa kerusuhan serupa terjadi tahun lalu di wilayah Rakhine. Saat itu etnis Rohingya berseteru dengan etnis Rakhinya yang menewaskan ratusan jiwa. Konflik yang terjadi di Rakhine adalah akumulasi diskriminasi yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Ekstremist Wira Thu [https://facebook.com/ven.wirathumsy] memberikan wejangan kepada pengikutnya untuk membantai setiap Muslim yang ada di Burma, berikut penghancuran symbol-symbol agama Islam termasuk Madrasah dan Masjid. [Video : http://youtu.be/N7irUgGsFYw disiarkan di televisi Burma sebelum pembantaian Meiktila terjadi.]

Penjelasan blogger Burma tentang ucapan Wira Thu
http://hlaoo1980.blogspot.com/2013/03/boycott-muslim-businesses-nationalist.html

"969" Apa itu ?
[penjelasan Dr. Maung Zarni, https://facebook.com/maung.zarni.9]
http://www.maungzarni.com/2013/03/stop-969-burmas-fastest-growing-neo.html

Audio MP3 Dr Maung Zarni
http://archive.wbai.org/files/mp3/wbai_130325_210001apf.mp3
Artikel : Anti-Muslim Violence in Burma
http://www.asiapacificforum.org/show-detail.php?show_id=300#851

Foto pembantaian
http://www.thestateless.com/2013/03/photos-of-killed-muslims-with-armed.html

Foto pembakaran hidup-hidup anak-anak
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10200848428758276.1073741826.1390856790

Video : http://www.youtube.com/embed/l8MXo1drrE4

Pages/Halaman
The Stateless Rohingya https://www.facebook.com/TheStateless
M-Media (English Version) https://www.facebook.com/MMediaEnglishVersion
M-Media https://www.facebook.com/MMediaMyanmarVersion

Page/Halaman Anti-Islam "969"
https://www.facebook.com/pages/969/466128470120896

Group Internasional & Muslim-Budha Burma Bersatu
https://www.facebook.com/groups/471522939584252/

Hacktivist Anonymous menggelar Operasi dengan sandi #OpRohingya
http://pastebin.com/98vD16Ep
Video : http://youtu.be/nA-z3ytS5nE

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama

18 September 2019, 06:03:29

Masruroh menangis haru saat mendengarkan ucapan selamat dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UNNAR), Andini Dwi Arumsari, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog saat penggelaran Yudisium, Sabtu (14/9/2019). Masruroh adalah peserta yudisium yang juga merupakan lulusan tertua dalam yudisium pertama Program Studi PG PAUD UNNAR. Semangatnya yang begitu besar untuk menyelesaikan studi, ia ungkapkan, adalah berkat Dekan dan jajaran dosen serta ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News