go green
Recent Issues

India Tambah Suplai Oksigen buat Covid New Delhi Jadi 740 Ton

India Tambah Suplai Oksigen buat Covid New Delhi Jadi 740 Ton

10 Mei 2021, 09:00:00

Jakarta -- Pemerintah India setuju menaikkan suplai oksigen dari 490 ton menjadi 730 ton bagi rumah sakit di ibu kota, New Delhi, yang sedang dilanda gelombang kedua Covid-19.

Associated Press melaporkan bahwa Mahkamah Agung menyampaikan keputusan ini pada Jumat (7/5).

Mahkamah Agung turun tangan setelah 12 pasien Covid-19, termasuk seorang dokter, meninggal di salah satu rumah sakit di New Delhi karena kehabisan Oksigen medis selama 80 menit pada pekan lalu.

Menurut laporan The Times of India (TOI), 11 pasien Covid-19 lainnya meninggal di RS pemerintah di Chengalpet, selatan India, pada Rabu malam. Mereka meninggal saat saluran oksigen berhenti bekerja, kemungkinan karena kerusakan katup.

Pihak rumah sakit mengaku sudah memperbaiki saluran oksigen pekan lalu. Namun, keadaan tak terkendali ketika konsumsi oksigen meningkat dua kali lipat.

Menurut seorang pejabat pemerintah, permintaan oksigen rumah sakit meningkat tujuh kali lipat sejak bulan lalu.

Sebagian besar rumah sakit di India tidak memiliki pabrik sendiri untuk menghasilkan oksigen bagi pasien. Akibatnya, rumah sakit mengandalkan oksigen cair, yang dapat disimpan dalam tabung dan diangkut dengan truk tangki.

Namun, di tengah lonjakan kaus Covid-19, pasokan oksigen di tempat-tempat yang paling terdampak seperti New Delhi menipis.

Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan, mengatakan bahwa negaranya memiliki cukup oksigen, tapi terkendala ketika akan mengangkutnya ke tempat yang membutuhkan.
Sebagian besar oksigen diproduksi di bagian timur India, sementara permintaan meningkat di bagian utara dan barat.

Himaal Dev selaku kepala unit perawatan kritis di Rumah Sakit Apollo, selatan Bengaluru, mengatakan bahwa pasien Covid-19 di bangsal perawatan intensif perlu menerima setidaknya 10-15 liter oksigen per menit karena fungsi paru-paru yang berkurang.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

08 Juni 2021, 13:51:46

Sejak Rabu (2/6/2021), suasana Ruang Rapat Gedung D Universitas Narotama (UN) Surabaya selalu terlihat banyak orang beraktivitas. Mereka secara marathon sedang menyusun Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) untuk semua program studi (prodi) yang ada di lingkungan Universitas Narotama. Kegiatan yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM ini melibatkan berbagai unit ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas
14 Juni 2021, 09:00:00

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas Jakarta -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19, M. Praswad Nugraha berhadapan dengan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait laporan dugaan pelanggaran etik. Praswad .....

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital
14 Juni 2021, 09:00:00

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan soal nasib stasiun televisi lokal saat pemerintah sepenuhnya mengalihkan seluruh siaran analog menjadi siaran digital atau Analog Switch Off (ASO). Juru bicara Kominfo .....

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah
11 Juni 2021, 09:00:04

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah Jakarta, -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengatur siapa saja guru yang dapat mengajar pada pembelajaran tatap muka disekolah. Hal ini menyusul permintaan .....