go green
Recent Issues

Papua Nugini Desak Australia Beri Tenggat Relokasi Imigran

Papua Nugini Desak Australia Beri Tenggat Relokasi Imigran

23 Juli 2019, 09:00:01

Perdana Menteri James Marape mendesak Australiasegera menentukan tenggat untuk merelokasi pengungsi imigran dan pencari suaka yang hingga kini masih telantar di Pulau Manus, Papua Nugini.

Marape mengatakan bahwa permintaan penentuan tenggat ini akan ia sampaikan langsung ketika bertemu dengan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, di Canberra pekan depan.
"Mereka adalah manusia. Kita tidak bisa meninggalkan mereka terkatung-katung di satu tempat tanpa mempertimbangkan masa depan mereka," ujar Marape kepada ABC, seperti dikutip AFP, pada Jumat (19/7).

Baru dilantik pada dua bulan lalu, Marape mengaku sudah pernah membahas isu kamp di Pulau Manus ini dengan Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton.
"Saya meminta dia untuk segera melakukan proses pencarian jalan keluar untuk para pencari suaka ini," ucap Marape.
Kisruh penanganan pengungsi ini mulai mencuat enam tahun lalu, ketika Australia menerapkan aturan ketat untuk mendorong kembali ke laut kapal-kapal pencari suaka yang menuju negaranya.
Mereka lantas mengirimkan para imigran dan pencari suaka itu ke kamp-kamp penampungan di Manus dan Pulau Nauru yang berada di Pasifik.

Ribuan pengungsi berdesakan di dua kamp yang situasinya sangat tidak kondusif itu. Kelompok-kelompok pemerhati HAM di Perserikatan Bangsa-Bangsa pun mengecam Australia atas perlakuan buruk terhadap pengungsi ini.
Australia memang berhasil menempatkan sebagian besar pengungsi dan pencari suaka ke negara ketiga. Namun, masih ada sekitar 450 orang hidup luntang-lantung di Manus, di mana tingkat bunuh diri kian tinggi.

Sementara itu, 350 pengungsi dan pencari suaka lainnya juga masih menunggu kepastian hidup di Pulau Nauru.
Pemerintahan Morrison sendiri selalu menolak menerima pencari suaka dari kedua kamp tersebut. Mereka berdalih, jika Australia menerima pencari suaka tersebut, akan semakin banyak orang yang berpikiran untuk mengungsi ke negaranya.





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Ilmu Komputer UNNAR Selenggarakan Lokakarya Manajemen Jaringan Fakultas Ilmu Komputer UNNAR Selenggarakan Lokakarya Manajemen Jaringan

15 Agustus 2019, 02:42:08

Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Belajar Mikrotik yang menyediakan sarana praktek berupa perangkat Mikrotik menyelenggarakan lokakarya "Network Management" di laboratorium FIK, Rabu (14/8/2019). Kegiatan ini dengan instruktur Benediktus Anindito, S.Kom, M.MT (dosen FIK bidang keahlian jaringan komputer) yang didukung pula oleh Axelbit dan Kelompok Linux Arek Surabaya (KLAS). Lokakarya ini digelar sekaligus sebagai tindak lanjut dari ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan
15 Agustus 2019, 09:00:35

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan

Otoritas BandaraHong Kong membatalkan seluruh penerbangan dari wilayah itu setelah demonstran kembali melumpuhkan bandara pada Selasa (13/8) sore. "Operasional Bandara Internasional Hong Kong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan telah dibatalkan," .....

Jokowi Segera Putuskan Larangan Ekspor Bijih Mineral
17 Agustus 2019, 09:00:00

Jokowi Segera Putuskan Larangan Ekspor Bijih Mineral Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan keputusan akhir tentang larangan ekspor bijih mineral atau ore. Sebelumnya, pemerintah sempat menyebutkan bakal .....

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi
15 Agustus 2019, 09:00:35

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi

Pemerintah Provinsi DKIJakarta meluncurkan aplikasi e-uji emisi. Aplikasi aplikasi mobile berbasis Android ini menyediakan database hasiluji emisi kendaraan yang bisa dicek secara online oleh pemilik kendaraan dan petugas. Gubernur DKI .....