go green
Recent Issues

Kebakaran di Studio Animasi Jepang, 13 Orang Diduga Tewas

Kebakaran di Studio Animasi Jepang, 13 Orang Diduga Tewas

18 Juli 2019, 09:00:58

Sebanyak 13 orang diduga tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat kebakaran sebuah studio animasi di Jepang, Kamis (18/7). Studio tersebut diduga sengaja dibakar oleh seseorang.
"Dua belas orang ditemukan di lantai dasar dan lantai satu," kata pejabat pemadam kebakaran dilansir dari AFP.

Dua belas korban itu ditemukan setelah pemadam kebakaran mengkonfirmasi korban tewas pertama. Dengan demikian jumlah korban tewas dalam kebakaran menjadi 13 orang.

Rekaman insiden kebakaran tersebut memperlihatkan gumpalan asap putih yang tebal keluar dari jendela gedung tiga lantai tersebut. Akibatnya, sebagian besar muka bangunan berubah menjadi hitam karena hangus terbakar.
"Operasi penyelamatan sedang berlangsung, dan kami sedang mencoba untuk membawa keluar sejumlah korban yang terjebak di dalam gedung tiga lantai itu, termasuk satu orang yang tidak berdaya," ujar juru bicara dari pihak pemadam kebakaran.
"Kami tidak bisa memastikan kondisi mereka (korban)," ujarnya sambil melaporkan bahwa kobaran api masih terus berlangsung.

Menurut petugas pemadam kebakaran, pihaknya menerima laporan adanya kebakaran di studio milik Kyoto Animation pada pukul 10.35 pagi waktu setempat.
"Penelepon melaporkan telah mendengar ledakan keras dari lantai pertama Kyoto Animation dan (mereka) melihat asap," ujar seorang juru bicara pemadam kebakaran.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, namun polisi menduga bahwa kebakaran di kota Kyoto ini diawali atas unsur kesengajaan.
"Seorang pria melemparkan cairan dan menyebabkan kobaran api," kata seorang juru bicara kepolisian Kyoto.

Lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, melaporkan bahwa tersangka menuangkan cairan mirip bensin di sekitar gedung sambil mengatakan "kamu mati" ketika membakar zat tersebut.
NHK juga menginformasikan bahwa pria itu telah ditahan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan medis.
Hingga kini, masih belum ada informasi rinci tentang motif di balik kebakaran yang disengaja tersebut. Sejumlah saksi di tempat kejadian juga mengaku melihat kobaran api yang dahsyat.
"Api berkobar dengan dahsyat. Saya melihat nyala api berwarna merah," kata seorang pria kepada NHK.
"Saya mendengar dua dentuman keras, mereka seperti suara ledakan," ujarnya.

Seorang saksi wanita yang tinggal di sekitar gedung Kyoto Animation mengaku sempat melihat satu korban terluka keluar dari gedung.
"Seorang dengan rambutnya yang hangus terbaring dan ada jejak darah disana," ujar wanita berusia 59 tahun itu.

Pihak perusahaan animasi yang memproduksi sejumlah serial animasi terkenal, seperti "The Melancholy of Haruhi Suzumiya" dan "K-ON!" Itu juga belum memberikan pernyataan langsung terkait insiden ini.
"Kami sedang dalam proses mencari tahu apa yang terjadi," kata seorang wanita melalui telepon di kantor pusat perusahaan di Kota Uji, Kyoto.
"Kami tidak bisa memberi tahu Anda (informasi) lebih banyak," ucap dia.





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Menggelar `3rd World Conference` Kolaborasi Bidang Ilmu Universitas Narotama Menggelar `3rd World Conference` Kolaborasi Bidang Ilmu

18 Februari 2020, 04:06:27

Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Narotama (UN) menggelar 3rd World Conference on Management, Business, Accounting, Sustainability Development, Engineering, Computer, Education, Applied Science, Humaniora, and Social Science yang berlangsung di Ibis Hotel Surabaya, Sabtu (15/2/2020). Konferensi internasional tersebut menghadirkan keynote speaker diantaranya adalah Prof. Dr. Abdul Thalib Bin Bon (Manajemen Teknologi, Department of Production and Operations Management UTHM), ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona
18 Februari 2020, 09:00:00

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona Jakarta -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu. Setelah observasi, 52 orang suspek ini dinyatakan negatif .....