go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Bantu Nelayan Terpencil, Jerman-RI Bangun Mesin Pembuat Es Tenaga Surya

Bantu Nelayan Terpencil, Jerman-RI Bangun Mesin Pembuat Es Tenaga Surya

16 Februari 2020, 09:00:25

Proyek ini adalah hasil kerjasama 10 perusahaan swasta dari Jerman dan Indonesia yang diinisiasi oleh badan kerjasama internasional Jerman, Deutsche Gesellschaft fr Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
Menurut Frank Stegmueller, seorang penasihat dari GIZ, proyek mesin pembuat es tenaga surya ini sangat cocok dilakukan di Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan terbesar. Apalagi Indonesia memiliki sektor perikanan yang memiliki potensi pasar yang tinggi. "Tentu saja penangkapan ikan, proses pendinginan dan perluasan rantai alat pendingin ke pelosok menjadi tantangan besar di Indonesia," kata Stegmueller yang ditemui selepas acara konferensi pers jelang pameran teknologi industri Hannover Messe, pada Rabu (12/02).
Saat ini mesin pembuat es tenaga surya tersebut hanya memiliki satu sistem produksi di lokasi proyek pilot di Sulamu, Nusa Tenggara Timur. "Kami harus mengujinya secara teknis dan kelayakan ekonomi. Lalu kita bisa mereplikasikannya untuk memproduksi lebih atau bila kita mendapatkan investor," ujarnya. Mesin pembuat es tenaga surya ini ditargetkan dibangun secara proporsional pada bulan April mendatang di lokasi yang sama dengan proyek pilot.
Stegmueller menjelaskan, sebenarnya sudah banyak yang menggunakan mesin pembuat es tenaga surya. Namun biasanya alat itu juga ditambahkan sistem baterai yang membuat mesinnya memiliki tenaga listrik selama 24 jam. "Dan itu mahal. Kami ingin membuat alat yang bersih dan pintar, yang tidak membutuhkan baterai. Kita bisa menghemat uang untuk itu," terangnya.
Selama ini para nelayan di daerah pelosok membuat es dengan alat bermesin diesel yang membutuhkan bahan bakar solar. Hal ini disebabkan tak terjangkaunya listrik ke daerah-daerah terpencil. Bahkan terkadang mereka juga sulit mendapatkan es.
Dengan berlimpahnya cahaya matahari di Indonesia, tentu saja mesin pembuat es tenaga surya ini menjadi lebih ekonomis dibanding dengan yang bermesin diesel. Selain itu mesin pembuat es tenaga surya ini tentu lebih ramah lingkungan. "Dengan mesin ini kita bisa membuat hingga 250 ton es dalam satu tahun. Yang berarti kita dapat mendinginkan 500 ton ikan. Ini dapat menciptakan pendapatan hingga 70.000 dolar AS (sekitar 950 juta rupiah) dan dapat meningkatkan "market power" para nelayan di pelosok," kata Stegmueller.
Dalam fase pengembangan komponen dan keterampilan proyek ini, perusahaan dari Jerman seperti Bitzer, Ziehl-Abegg, dan BAE Batterien memfasilitasinya secara gratis. Lalu perihal konsultasi teknis merupakan tanggung jawab dari ILK Dresden. Sementara itu pembuatan mesin es tenaga surya dilakukan oleh perusahaan Indonesia, PT. Selaras Mandiri Tehnik. Mitra proyek lainnya adalah REC Solar, ATW Solar, Studer, Omron dan Pertamina. Mesin pembuat es tenaga surya hasil kerjasama ini akan menjadi peserta pameran pada Hannover Messe yang dihelat 20-24 April mendatang.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....